Kegiatan dikelas sangat tergantung dengan keadaan guru, ketertarikan anak-anak dalam proses pembelajaran juga tergantung dari bagaimana guru mampu menarik fokus anak-anak untuk memasuki materi pembelajar di kelas. Ini sebuah tantangan bagi para guru di Indonesia, maka Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa di SDN 06 Sungai Danau, Satuai, Tanah Bumbu pada tahun ke- 2 pendampingan mengadakan Pelatihan Literasi Kreatif dan Teknik Mendongeng yang dihelat pada 14 -15 Maret 2013 kemarin. Pelatihan kali ini, merupakan rangkaian program pembentukan Sekolah Cerdas Literasi yang diawali dengan program Ceruk Ilmu. Sementara itu, peserta pelatihan kali ini dihadiri oleh guru-guru SDN 06 Sungai Danau dan perwakilan guru dari sekolah dasar sekitar yang tergabung dalam satu gugus. Turut hadir beberapa undangan dari Branch Office PT. Trakindo, dan ketua UPTD Satui pun akan hadir dalam pelatihan kali ini.
Hari pertama pelatihan diisi dengan pelatihan literasi kreatif yang dibawakan oleh ibu Heni Sri Sundani dengan nama pena Jaladara. Peserta pelatihan pada hari itu dibawa untuk lebih banyak bermain simulasi menulis, menyusun beberapa kalimat berantai, membuat beberapa tulisan dari sebuah paragraf, menulis dengan media gambar dan mind mapping, semua itu disesuaikan dengan metode pembelajaran menulis yang tepat untuk tingkat-tingkatan kelas sekolah dasar. Maka diharapkan dua kunci inti dari keberhasilan belajar siswa yakni metode pembelajaran yang sesuai dan melibatkan emosi siswa dalam proses pembelajaran nantinya akan dapat disentuh.
Mengawali Pelatihan Teknik Mendongeng di hari ke dua, Jumat, 15 Maret 2013 disampaikan oleh Trainer sekaligus motivator Kak Iman Surahman dari Dongeng Ceria Management (DCM). Di pagi hari kak Iman menyampaikan materi dasar-dasar medongeng, startegi medongeng, mengenal karekter dan trik mecuri audiens, dan tak lupa pula kak Iman juga menyampaikan kalimat-kalimat motivasi bagi para guru. ” Bahwa sesungguhnya siapapun anda, apapun profesi anda semua bisa melakukannya, karena cerita maupun medongeng merupakan budaya tutur yang memang menjadi bagian & ciri budaya nenek moyang Kita.” demikian pesan kak Iman kepada peserta pelatihan.
Disiang hari tibalah sesi medongeng, siswa-siswi kelas 3 dan 4 mulai berdatangan duduk rapi diruangan kelas yang disulap mejadi aula pelatihan. Guru-guru dan para siswa terbius dengan dongeng yang di sampaikan kak Iman, gelak tawa mereka begitu renyah dan terfokus pada dongeng yang berjudul “Keong dan kodok.” Tak lupa terselip pesan-pesan hikmah yang tersimpan pada isi dongengnya yaitu kita harus mensyukuri apa pun keadaan kita, sesuatu yang menurut kita tidak baik bagi kita bisa jadi itu yang terbaik buat kita dan tak lupa teruslah berusaha.
Pada sesi mendongeng ini diharapkan mampu memberikan contoh kepada guru-guru peserta pelatihan bagaimana mudahnya memanajemen anak-anak dengan membuat mereka nyaman dan senang pada saat proses pembelajaran, bukan mengatur, meminta dengan paksaan sebagaimana yang sering dilakukan kebanyakan guru. Selain itu, metode medongeng juga bisa sebagai metode pembuka pembelajaran untuk menarik fokus anak-anak dalam memasuki materi pembelajar di kelas. Tutiek Mardiyati - Pendamping Sekolah Makmal Pendidikan untuk SDN 6 Sungai Danau