Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa sabtu (10/11) kemarin menghelat Pelatihan Alat Peraga bagi guru tingkat sekolah dasar yang tersebar di Jakarta dan Bogor. Tidak kurang dari 21 sekolah ikut ambil bagian untuk mengirimkan perwakilannya dalam pelatihan kali ini.
Penanggung jawab kegiatan, Diki Septrian mengatakan kegiatan ini mempunyai tujuan untuk mengeksplorasi potensi guru dalam membuat inovasi-inovasi baru yang sederhana dalam pengembangan pembelajaran, yang nantinya akan sangat membantu guru itu sendiri dalam menajalankan proses belajar mengajar di kelas.
Kepala Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan, Siti Badriah menambahkan bahwa kegiatan pelatihan ini juga nantinya diharapkan dapat membangun kesadaran sosial guru sebagai salah satu elemen penentu masa depan bangsa, sehingga para guru dapat lebih bersungguh-sungguh dalam menjalani profesinya.
Turut hadir sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut, para pemanang lomba alat peraga tingkat nasional yang diadakan oleh PSB Makmal Pendidikan pada bulan Mei lalu. Kehadiran mereka disamping sebagai pemateri, diharapkan juga menjadi rool model bagi para peserta dalam hal pengembangan kreativitas untuk menciptakan suatu alat peraga yang sederhana namun, dapat sangat membantu para siswa dalam memahami materi ajar.
Juara pertama lomba alat peraga, Suwarno, S.Si mengungkapkan, seorang guru memang harus kreatif di kelas dan sebenarnya benda-benda yang berada di dalam kelas bisa dimanfaatkan oleh guru untuk menjadi bahan alat peraga. Hal inilah yang diterapkan oleh Suwarno saat membuat alat peraga V Set, yakni alat peraga yang menjelaskan konsep kerja pada mata. Ia menyusun benda-benda bekas yang ada disekitarnya dan dirankai sedemikian rupa sehingga menjadi suatu alat peraga. Terbukti, alat peraga ciptaannya tidak hanya membantu dirinya dalam kegiatan belajar mengajar dikelas, tapi juga dapat memikat para juri yang hadir pada saat lomba alat peraga.
“Kami sangat berharap bapak-ibu guru setelah pulang dari pelatihan ini dapat membuat satu alat peraga sebagai bentuk aplikatif dari pelatihan ini. Dan jika berkenan, nantinya kita akan saling bertukar alat peraga agar kebermanfaatan alat peraga bapak-ibu dapat kita rasakan bersama,” ungkap Siti Badriah seraya menutup pelatihan hari itu. (Ang)