Tidak… Tak akan Bisa…

tidak… tak akan bisa…
coba saja, percuma…
maju? dimana kau maju?
desa? kecamatan? ibukota? negara?
HAH.. dirimu saja kau bodohi,
dirimu saja kau tipu,
kau hanya berdiri atas kehendak orang lain.
apa? enak? enak apanya?
kau bilang tidak ingin diatur,
Tapi saat ada penawaran menggiurkan, kau malah setuju.
bodoh,
kau hidup bukan untuk dibodohi bung…
Apa? kasih sayang?
bukan, itu cuma ingin memperbaiki nama.
itu cuma pengalihan bung,
kamu tanya aku tau dari siapa?
mereka yg bilang langsung,
mereka yg berterus terang,
tanpa editan,
tanpa penyamaran suara,
tanpa rekayasa.
karena aku yg langsung melihat,
mendengar, dan dipaksa untuk mengerti.
aku tidak akan terkecoh,
silakan saja mereka mau bilang aku apa.
tapi aku tegaskan,
kita bukan alat untuk perbaikan nama,
kita bukan alat untuk pertahankan akreditas,
kita juga punya HAK.
kita bukan anak kecil,
yg menuruti semua perintah,
yg baik atau yg buruk semua di ‘IYA’ kan.
kita memiliki HAK untuk memilih,
menilai,
mengetahui.
tapi terserah,
itu semua pendapat-ku.
aku memang belum tentu dapat surga,
tapi setidaknya aku tau,
siapa yang jahat,
siapa yang ikut arus,
Dan siapa yang takut memilih.
aku hanya berdoa,
kau tau mana dirimu,

kau tau mana yg harus dipilih

Karya: Luhjinggan Nafda

Duta Gemari Baca Makmal Pendidikan 2016

Komentar

komentar