Tambah Wawasan Pendidikan Kala Pandemi, CESA LPI DD Gelar Diskusi Produktif

Bogor – Pada Sabtu (18/09) Center of Educational Studies and Advocacy (CESA) Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) menggelar Diskusi Produktif (Dispro) bertajuk “Kemerdekaan Pendidikan, Revitalisasi Pendidikan dalam Islam di Masa Pandemi”. Dispro merupakan ikhtiar CESA LPI DD menghasilkan wawasan dalam pengembangan gagasan pendidikan berkualitas di jagat pendidikan tanah air.

 

 

“Lewat Dispro, CESA LPI DD ingin mengedukasi publik seputar dinamika serta isu populer dalam perspektif Islam dan memberikan solusi menyikapi kebermanfaataan teknologi di masa pandemi,” kata Dian Sumantri, Panitia Dispro.

 

 

Dr. Dede Rubai Misbahul Alam, M.Pd, Konsultan Pendidikan Islam didapuk menjadi pembicara di hadapan tujuh puluh peserta yang berasal dari kalangan pendidik, akademisi, pelajar dan insan LPI DD. Dede menyampaikan, pandemi telah meluluhlantakkan sendi kehidupan dan pendidikan bangsa. Menurutnya tak ada cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi belajar di masa pandemi, kecuali menggunakan teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet.

 

 

“Teknologi digadang-gadang dapat memberi solusi belajar di masa pandemi. Namun di sisi lain teknologi juga menghadirkan dampak dan resiko yang cukup tinggi terhadap perkembangan karakter anak. Dilema teknologi menjadi sesuatu yang sangat dikhawatirkan,” ungkap Dede.

 

 

Sebagai konsultan pendidikan Dede menyampaikan pandangannya seputar dampak pandemi dan teknologi,  “kedua hal ini  mendisrupsi kehidupan masyarakat. Pandemi dan teknologi bahkan telah mendisrupsi iman dan akhlak umat Islam. Pilihannya hanya ada dua; berubah atau punah,” jelasnya.

 

 

Dalam pemaparannya Dede mengingatkan para peserta untuk lebih kuat menghadapi tantangan pendidikan di masa pandemi, lebih cerdas memanfaatkan tekonologi supaya anak didik selamat dari efek “radiasi karakter”, dan menguatkan pendidikan agama sebagai tuntunan ideal agar dapat bertahan dalam menghadapi ujian disrupsi. (DS/AR)

 

Komentar

komentar