Talk Show dan Public Training Hardiknas Kelas Pengusung Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Makmal Pendidikan-Dompet Dhuafa yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Banten, pada tanggal 28 Mei 2014 kemarin menghelat Talkshow dan Publick Traning yang mengangkat tema “Kelas Pengusung Kebangkitan Pendidikan Indonesia” di Aula Rumah Sakit Sari Asih, Banten. Peserta kegiatan Talk Show dan Public Training ini mayoritas adalah Guru Sekolah Dasar  di Banten.

Acara Talk Show dan Public Training dimulai tepat pukul 08.30 pagi. Acara dibuka dengan penampilan Nasyid dan Lagu Hymne Guru oleh MC. Dilanjutkan dengan Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hisyam Mansyur, setelah itu peserta diminta berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pengenalan singkat semua program Makmal Pendidikan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari tamu undangan.

Turut hadir juga Bapak Dr. Zaim Uchrowi, MDM (Pembina Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa). Sebagai keynote Speech yang memberikan tema materi “Menjadi Guru Sukses dengan Kompetensi Utuh”. Kunci utama kesuksesan guru adalah hati. Hati biasanya dikaitkan dengan otak kanan. Penting bagi seorang guru untuk mengenal karakter anak didiknya. Masalah pada pendidikan kita adalah kognitif, afektif, psikomotorik dan empat kompetensi guru: Pedagogik, Kepribadian, Profesional, dan Sosial, yang paling utama adalah kompetensi kepribadian. Mengajak berdialog dengan anak didik kita. Lalu ajak mereka untuk meneruskan cita-cita mereka. Mari kuatkan pengajaran kita dengan hati, berdialog, dan ajak mereka untuk bercita-cita. Setelah keynote Speech selesai dilanjut dengan pembacaan doa oleh Bapak Abdul Qodir.

Talkshow Bedah Buku “Bagaimana Ini Bagaimana Itu” (Memecahkan masalah sehari-hari di Sekolah, berdasarkan pengalaman nyata khas Indonesia) yang diisi oleh tiga nara sumber dan dipandu oleh moderator Bapak Boyke Pribadi. Ketiga narasumber tersebut adalah Bapak Muhammad Syafi’I, Neti Avita (Pendampingan Sekolah Cileungsi) dan Ahmad Fauzan (Pendampingan Sekolah Timika). Buku “Bagaimana Ini Bagaimana Itu?” ditulis oleh para Pendamping Sekolah Makmal Pendidikan yang ditempatkan di sekolah-sekolah di daerah mengenai pengalaman mereka. Berbagai macam permasalahan di sekolah terkait guru, siswa, dan kepala sekolah, kemudian solusi yang ditawarkan para Pendamping Sekolah berdasarkan pengalaman yang mereka hadapi. Intisari dalam buku ini adalah permasalahan guru memandang permasalahan di sekolah untuk kemudian menemukan solusinya. Pada sesi ini, peserta begitu antusias untuk mengikuti acara Talkshow, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pembicara. Pertanyaan yang diajukan cukup variatif dan dapat dijawab oleh narasumber dengan baik.

Public Training menghadirkan dua Trainer nasioanal yaitu Bapak Zayd Saifullah (Trainer Pendidikan Makmal Pendidikan-Dompet Dhuafa) dan Bapak Agung Pardini (Direktur Sekolah Guru Indonesia-Dompet Dhuafa), yang mengangkat tema “Guru Kreatif, Manajemen Kelas Efektif”. Sebelum memasuki sesi Public Training, para peserta disajikan dengan hiburan penampilan akustik dari siswa SMART Ekselensia Indonesia. Pada sesi ini Trainer menyampaikan materi tentang Profesi Guru adalah panggilan hati. Guru adalah pengajar, pendidik dan pemimpin. Sehingga mulai saat ini tanamkanlah pada jiwa guru hati yang ikhlas dalam mengajar dan mendidik demi terciptanya Kebangkitan Pendidikan Indonesia.

Sesion terakhir dari Public Training “Guru Kreatif, Manajemen Kelas Efektif”, peserta diberi penguatan akan pentingnya menjadi guru kreatif untuk menghadapi perkembangan zaman guna mencetak generasi kreatif, dengan pembelajaran efektif yang diibaratkan dengan segelas kopi, air dan gula tetapi kopi tersebut disajikan dengan air dingin. Dan apa yang akan terjadi ??? tentu kopi tersebut tidak enak. Begitu pula dengan pembelajaran, guru sudah memahami teori pembelajaran, membuat RPP dengan baik tetapi cara penyajian dikelas tidak PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreaktif Efektif dan Menyenangkan) maka siswa tidak dapat menangkap pelajaran dengan baik dan kelas pun juga tidak akan efektif.

Apabila SDM guru itu baik maka kualitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah secara otomatis juga akan semakin baik. Saatnya guru bangkit menuju Indonesia yang lebih cerdas bermartabat.[ ]

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.