Pos

Saatnya Tata Kelola Sampah dari Diri Sendiri, dari Rumah Saja

Bogor – Berbicara tentang sampah maka berbicara tentang kesadaran masyarakat, ujar Ana Suryana, Staf Senior Daur Ulang Ulang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, di hadapan dua ratus peserta World Clean Up Day (WCD) 2021 hasil kolaborasi Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) dan Dompet Dhuafa Volunteer.

 

Menurut Ana kita berkontribusi besar dengan banyaknya sampah saat ini. Meskipun pengetahuan tata kelola sampah masyarakat Indonesia masih rendah, tapi bisa dimulai dari diri sendiri.

 

“Kita bisa mulai aksi pengelolaan sampah dari diri sendiri, dari rumah saja melalui aksi mengurangi sampah, memilah sampah, guna ulang sampah, mendaur ulang sampah, dan memanfaatkan fasilitas pengelolaan sampah,” jelas Ana.

 

Ia berharap di momen WCD 2021, kesadaraan masyarakat menjaga lingkungan semakin besar dan berkesinambungan. (AR).

Mengelola Sampah Berarti Menjaga Alam

Aang Hudaya, Global Ecobrick Alliance, Inisiator Bank Sampah SPIRIT LPI DD, mengatakan jika sampah adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup manusia dan alam. Perlu adanya langkah konkret mengurangi konsumsi sampah dimulai dengan mencegah, memilah, menyalurkan, mengolah, dan memanfaatkan sampah.

 

Tanggung jawab mengelola sampah, menurutnya, harus dimulai dari diri sendiri, dari rumah, dari yang paling mudah, dan dilakukan secara bertahap serta konsisten. Sebab baginya, dengan mengelola sampah maka kita telah menjaga alam.

 

“Apa yang kita lakukan akan berdampak pada alam. Kalau kita baik ke alam, alam juga akan baik ke kita, begitu pun sebaliknya,” kata Aang kepada dua ratus peserta World Clean Up Day (WCD) 2021 LPI DD x DD Volunteer. (AR).

Memecahkan Masalah Sampah Tak Bisa Sendirian

Kita tak bisa memecahkan masalah sampah sendirian, tegas Agustina Iskandar, Ketua World Clean Up Day (WCD) Indonesia. Menurutnya perlu adanya kolaborasi, perlu menggandeng banyak pihak, dan perlu komitmen tinggi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

 

“Kita perlu menjaga alam Indonesia bersih bebas sampah, kami di WCD percaya dengan semangat kolaborasi maka permasalahan sampah bisa diatasi. Sebab kalau bukan kita siapa lagi?” kata Agustina.

 

Ia menambahkan jika butuh aksi nyata dan masyarakat tak boleh diam saja, sebab ini adalah PR bersama. Ke depannya WCD ingin menciptakan gerakan serta membuat fasilitas pilah sampah dan olah sampah mumpuni demi mendukung pengelolaan sampah di Indonesia. (AR).

WCD 2021, Aksi Nyata LPI DD dan DD Volunteer Menjaga Lingkungan

Bogor – Hingga detik ini sampah masih menjadi momok menakutkan, terlebih total produksi sampah nasional di Indonesia tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton atau setara dengan rata-rata 0,68 kilogram sampah per hari untuk setiap penduduk. Masalah sampah adalah tantangan yang harus segera diselesaikan.

 

 

Mengejawantahkan hal tersebut Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) dan Dompet Dhuafa Volunteer (DD Volunteer) berkolaborasi mengadakan World Clean Up Day (WCD) 2021. WCD ialah gerakan sosial terbesar di dunia yang menggerakkan masyarakat di banyak negara terlibat aktif dalam menjaga dan membersihkan bumi dari tumpukan sampah.

 

 

“Di Indonesia WCD dimulai pada 2018 dan tercatat menjadi negara dengan jumlah relawan terbanyak  yakni 7.6 juta orang,” ujar Pandu Satrio, Pelaksana WCD 2021. “Tahun ini WCD difokuskan pada aksi pilah sampah dari sumbernya yang diikuti 203 siswa SMART Ekselensia Indonesia serta santri eTahfizh, 135 insan Dompet Dhuafa, 50 relawan DD Volunteer dan umum. Aksi pilah sampah dilakukan sesuai protokol kesehatan dan dibatasi jumlah pesertanya mengingat saat ini pandemi masih membersamai,” tambahnya.

 

 

Guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan lingkungan, LPI DD dan DD Volunteer menggelontorkan berbagai aktivitas menarik dan inspiratif di antaranya Aksi Gerakan 5R (Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin), Aksi Pilah Sampah dari Rumah bersama relawan DD Volunteer, Aksi Bebersih Kantor, Aksi Bebersih Sekolah & Susur Sungai, dan Webinar “WCD from Home: Aksi Kelola Sampah dari Rumah” yang akan digawangi Agustina, Ketua WCD Indonesia; Tyasning Permanasari, Kepala Seksi Daur Ulang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia; Aang Hudaya, Global Ecobrick Alliance, Inisiator Bank Sampah SPIRIT LPI DD; Arif Rahmadi Haryono, GM Advokasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa; dan Muhammad Syafi’ie el-Bantanie, Direktur LPI DD.

 

 

Pandu menuturkan, rangkaian aktivitas WCD akan dilakukan luring dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan juga daring. “Ini adalah momentum terbaik memberikan gambaran tentang kondisi kebijakan dan regulasi persampahan di Indonesia, kami juga ingin meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengedukasi mereka tentang aksi cegah, pilah, dan olah sampah dari rumah,” jelasnya. (AR).