Sukses Mulia bagi Peserta Asosiasi Konsultan Dompet Dhuafa dari Seluruh Indonesia

IMG-20170828-WA0004

BOGOR, 27 Agustus 2017 – Peserta Training Asosiasi Konsultan Dompet Dhuafa dari seluruh Indonesia mendapatkan training Sukses Mulia dari Jamil Azzaini. Para peserta merupakan praktisi pendidikan yang terpilih menjadi Asosiasi Konsultan dari hasil seleksi oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Bertempat di gedung P4TK Parung-Bogor, peserta yang berjumlah 25 orang ini antusias mengikuti training dari Jamil Azzaini yang sangat atraktif.

Jamil menjelaskan bahwa untuk menjadi sukses mulia, terdapat tiga komponen yang perlu dipenuhi. Yakni memiliki keahlian, aset dan epos. Poin pertama adalah keahlian, mengapa keahlian penting? Sebab orang yang memiliki keahlian, kerjanya akan lebih asik dan menyenangkan. “Kita semua bisa menjadi ahli pada bidang apapun yang kita pilih untuk dijalani. Namun yang terpenting, Jika anda ingin menjadi ahli maka jadilah ahli yang dapat dibawa ke akhirat. Sebab tujuan kita tak hanya ingin menjadi sukses, tetapi sukses mulia” jelas Jamil Azzaini.

IMG-20170828-WA0006

Poin selanjutnya adalah Aset. Aset yang perlu dimiliki antara lain aset raga, jiwa dan hati. Aset raga berupa bekerja keras, aset jiwa berupa bekerja cerdas dan aset hari berupa keikhlasan. Ketiga aset tersebut harus dimiliki secara seimbang, sebab jika salah satu tak terpenuhi maka tak akan tercapai tujuan sukses mulia.

Berikutnya adalah epos atau energi positif. Menurut Jamil, kita tak hanya penting memperbanyak energi positif, tetapi perlu memperbanyak tabungan energi positif. Tabungan energi positif ini yang nantinya dapat menjadi sebab kita dapat memeroleh rezeki dengan cara yang tak diduga-duga.

IMG-20170828-WA0005

Training Sukses Mulia yang disampaikan oleh Jamil Azzaini semakin memperkuat tekad para calon konsultan pendidikan untuk segera berkontribusi di masyarakat. Sebab selanjutnya, seluruh peserta Training Asosiasi Konsultan akan mendampingi sekolah-sekolah di daerah mereka. Sekolah yang dipilih dalah sekolah yang belum memiliki sistem manajemen maupun kualitas pengajaran yang baik. Tujuan pendampingan adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapkan konsep Sekolah Literasi Indonesia. Sehingga kedua puluh lima konsultan ini dapan menjadi multiplier effect untuk perbaikan pendidikan Indonesia ke depannya. (PM)

Komentar

komentar