Subuh Nak, Dingin Pak!

Oleh: Agung Rakhmad
KAWAN SLI Penempatan Engkerengas

Suara azan berkumandang tipis dari pinggiran anak Sungai Kapuas, menerobos kabut yang mulai turun. Surau kayu yang sudah tua masih berdiri kokoh walau diterpa pasang surut sungai setiap bulannya. Surau tua yang bergoyang saat anak-anak lari-larian saat bermain setelah mengaji. Tapi itu hanya terjadi setelah waktu Zuhur tiba, sunyi senyap ketika waktu subuh menyapa.

Sebuah langkah baru harus dilakukan untuk kembali “menghidupkan” subuh di desa. Anak-anak yang selalu bersaing dalam hal belajar dan menghapal adalah satu kelebihan yang dimiliki -anak di desa ini, Engkerengas, salah satu desa di pedalaman Kapuas Hulu. Ketika niat baik itu dilakukan untuk Allah, kemudahan akan selalu datang. Dari tumpukan buku di Taman Baca, hadirlah sebuah ide, ” Kupon sholat ” namanya. Menerapkan salah satu kegiatan pembelajaran, reward dan punishment, ternyata hal ini berjalan efektif. Walau perlahan, “kupon sholat” ternyata membuat surau tua kembali bergoyang, riuh dengan suara anak-anak, riuh dengan lantunan ayat suci Al-Quran. Diantara lima waktu dalam sehari, Salat Subuh memiliki kupon spesial tersendiri dan berbeda warna dari yang lain.

Perlahan waktu berlalu, sudah tidak terdengar lagi jawaban dari anak-anak ketika ditanya “Salat Subuh ndak tadi?” , Sontak mereka menjawab “dingin pak, jadi nyenyak tidurnya”. Alhamdulillah sekarang ada suara anak-anak memanggil teman-temannya ketika yang anak-anak lain belum bangun untuk berjalan ke surau, berlari ke sungai bersama mengambil wudhu sambil menggigil, salat berjamaah dengan khusyuk, mengaji dan diakhir mengantri menerima kupon sholat mereka.

Allah swt. berfirman dalam QS. Luqman 31 Ayat 17 :

يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ  بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَ ۗ   اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ ۚ

“Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.”

Mari terus berbenah dan berdakwah, walaupun kita bukanlah hamba Allah yang sempurna, setiap perbuatan akan ada balasannya ketika semua dilakukan karena Allah. Hidup bukan sekadar untuk mencari tapi juga memberi. Hidup juga bukan sekadar memilih namun juga menerima. Mari temukan ” Qolban syakiron wa lisanan dzakiron ” nikmat hati yang selalu bersyukur dan lisan yang selalu berzikir. Semoga kita dan anak-anak Didik kita terus menjadi hamba Allah yang Istiqomah, aamiin.

Salam dari Pelataran anak sungai Kapuas, Pak guru Agung Rakhmad.

Komentar

komentar