SLI Inspirasiku

Awal  saya mengenal SLI berawal dari pemberitahuan ketua KKKS Kecamatan Indralaya Utara yang maunya seluruh kepala sekolah diminta kumpul di SDN 16 Indralaya Utara, Saat itu kami diperkenalkan dengan seseorang dari Dompet Dhuafa yang bernama Aang Hermawan, kami diberi pencerahan sekitar program Dompet Dhuafa yaitu Sekolah Literasi Indonesia. Pada saat itu danggapan seluruh kepala sekolah acuh tak acuh bahkan hampir tidak ada tanggapan dari mereka. Tetapi timbul pertanyaan dihati saya apa itu SLI ? Program apa itu ?

Keinginan tahu saya semakin besar, setelah pak Aang memberikan format yang akan diisi, format itu saya isi dengan serius siapa tahu saya diikut sertakan, tetapi setelah format dikumpul saya diwawancara oleh Pak Aang yang mengatakan bahwa nantinya kepala sekolah yang ikut program SLI akan dipanggil ke Bogor lebih kurang sepuluh hari untuk diberi bekal ilmu sebagai pedoman menjalankan program SLI, maka sedikit ciut dihati saya,kalau saya ke Bogor berarti saya meninggalkan sekuarga saya sedangkan anak saya yang kecil baru berumur satu tahun setengah.

Tetapi rasa penasaran dan keinginan saya untuk ikut program SLI  semakin kuat  dan saat itu saya mengiyakan kepada pak Aang kalau saya terpilih saya ikut. Setelah dirumah saya bicarakan dengan suami dan anak-anak bahwa saya mau ikut program SLI, Alhamdulillah semua anggota keluarga saya mendukung keinginan saya. Setelah ada undangan bahwa sekolah saya diikutkan dan siap untuk menandatangani mou, semakin penasaran rasa dihati saya.

Sudah MOU sekolah kami didatangi 2 konsultan pendidikan Dompet Dhuafa yaitu Forta dan Rizal, mereka berdua mulai mengenalkan program SLI saya dan guru-guru di SD saya menyambut dengan senang hati, kami diajak menggambarkan  kondisi sekolah kami terletak pada lepel berapa, saya dan guru-guru baru menyadari bahwa sekolah kami banyak sekali kekurangan, kami dibimbing oleh mereka berdua dalam pelatihan selama dua hari, kami dibimbing untuk membedah visi, misi dan tujuan serta menentukan nilai dan keyakinan yang akan kami terapkan di sekolah.

Setelah saya dipanggil ke Bogor semakin besar harapan saya untuk mengikuti program SLI ini, dengan harapan saya akan bertemu dengan kepala sekolah yang datang dari berbagai daerah yang akan membagikan ilmu dan pengalamannya. Hari pertama mulai saya rasakan ilmu dan pengalaman dari Nara sumber dan ditambah dengan pengalaman kawan-kawan sesama kepala sekolah semakin banyaklah ilmu dan pengalaman yang saya dapat. Yang tadinya saya merasa sekolah yang saya pimpin sudah baik, ternyata setelah saya mengikuti program SLI maka semakin saya merasa sekolah saya belum ada apa –apa nya. Saya sangat beruntung menjadi bagian dari SLI, yang banyak memberikan pencerahan untuk sekolah yang saya pimpin.

Komentar

komentar