Serba Serbi Ramadan di Daerah Perbatasan

Oleh: Muh. Dedi Sanjaya Putra S.Pd. 
Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia
Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

 

Ramadan, bulan penuh berkah telah datang mengetuk dan menyapa kita semua, tak hanya sekadar menyapa namun dia akan bersama kita selama sebulan. Di bulan ini masyarakat muslim di seluruh dunia bersuka cita untuk menyambut kehadirannya, beragam cara dilakukan mulai dari pembersihan tempat ibadah sampai dengan pembersihan hati. Tak lain halnya dengan masyarakat yang ada di Kabupaten Malaka, kabupaten yang berada di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste yang penduduknya muslimnya hanya sekitar 5%, kali ini tim dari Makmal Pendidikan ditugaskan daerah tersebut selama setahun, dan berkesempatan untuk merasakan bagaimana hidup di daerah yang mayoritas beragama Kristen dengan tetap menjalankan ibadah puasa. Penyambutan Ramadan oleh  masyarakat muslim Malaka tak kalah meriah dengan masyarakat lain. Hal pertama kali yang ditemui adalah masyarakatnya yang gemar berbagi dengan saudara muslim yang membutuhkan bantuan, di mana masyarakatnya yang mampu mengumpulkan bahan-bahan sembako dan setelah semuanya terkumpul para ibu-ibunya bertugas untuk membagi-bagi sembako yang terkumpul tadi, setelah semua terkumpul remaja-remaja juga mempunyai tugas lain yaitu membagikan sembako yang terkumpul kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tradisi ini sudah berjalan selama dua tahun di mana respon masyarakat sangatlah baik terlebih hal ini juga turut membantu meringankan beban saudara mereka yang tidak mampu. Harapannya ke depan agar bagaimana tetap mempertahankan traidisi berbagi sebelum lebaran ini agar tidak hilang dan tetap terjaga dengan baik. Seolah tak mau kalah dengan masyarakat sekolah juga baik itu MI maupun MTs Al-Qadr juga menyambut bula suci Ramadan dengan mengadakan Pesantren Literasi, Pesantren Literasi berlangsung selama 3 hari pada awal Ramadan. Kegiatan yang diikuti oleh semua siswa beserta guru MTs Al-Qadr bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Islam dan melatih siswa untuk berpuasa. Di Sanrasi tahun ini diadakan berbagai macam kegiatan seperti Dhuha berjamaah, menghafal surat pendek dan hafalan doa sehari-hari.

Tak mau ketinggalan para Remaja Masjid Al-Qadr juga turut berpartisipasi dalam memeriahkan Ramadan dengan menggelar Festival Anak Sholeh Indonesia se-Kabupaten Malaka. Festival ini pertama kali diadakan di Masjid Al-Qadr. Lomba yang diikuti oleh semua TPQ yang ada di Kabupaten Malaka ini diharapkan mampu melahirkan generasi-generasi muda yang beriman dan bertaqwa serta mencintai Al-Qur’an. Dalam lomba ini ada beberapa kategori yang diperlombakan yakni Lomba Adzan, Lomba Pildacil, Lomba Tahfidzul Qur’an dan Lomba Hafalan Doa Sehari-hari. Selain bertujuan untuk mencari bibit muda kegiatah ini juga dimaksudkan untuk menyambung kembali silahturahmi antar kaum muslim yang sempat terpecah. Kegiatan ini tentunya disambut baik dan bahkan di dukung penuh oleh Kementrian Agama Kabupaten Malaka selain itu masyarakat juga sangat antusias untuk berpartsisipasi dalam kegiatan ini, hal ini terlihat pada sumbangan-sumbangan yang datang dari masyarakatnya yang terkumpul sampai puluhan juta. Dengan adanya berbagai macam kegiatan keagamaan masyarakt mulai menyadari bahwa Ramadan kali ini benar-benar meriah dibanding Ramadhan sebelumnya.

Dengan adanya berbagai macama kegiatan yang dilakukan baik itu masyarakat, Pelajar maupun Remaja Masjid apat menjadi penyemangat dan penghilang dahaga di tengah-tengah maraknya krisis moral dan sopan santun.

Komentar

komentar