Semangat di Beranda Indonesia

621420_375040072561506_748846646_o

MTs At Taqwa Filial Engkerengas, Kalimantan Barat berdiri pada 2 Mei setahun silam setelah sempat  tidak ada pembelajaran selama tiga bulan lamanya lantaran tidak ada guru yang datang mengajar. Sekolah ini kembali digelorakan saat Yenni Herlastri, S.Pd.I datang, ia merupakan guru yang dikontrak oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan difasilitasi  langsung oleh Bapak Bupati AM Nasir selama 2 bulan lamanya.

Kehadiran Yenni menjadi harapan baru 11 siswa yang masih bertahan untuk sekolah. 9 orang siswa lainnya memilih berhenti karena seringnya tidak ada guru yang mengajar padahal siswa sudah datang dari tempat yang lumayan jauh dan menggunakan kendaraan air berbahan bakar.

Februari 2016 Dompet Dhuafa Pendidikan hadir di MTs At Taqwa Filial melalui program Sekolah Literasi Indonesia (SLI), SLI mendampingi MTs ini dengan mengirim dua guru konsultan yakni Saidina Ali Rois dan Hamidun Rahman.

Selama 5 bulan mendampingi madrasah ini,  SLI telah memberangkatkan 2 orang guru ke Bogor untuk dilatih. Selain itu beberapa program pendidikan pun telah digelontorkan, mulai dari pelatihan guru yang melibatkan guru se-Kecamatan Selimbau, program parenting yang mensinergikan madrasah dan masyarakat, dan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan yang diinisiasi oleh guru konsultan seperti TPQ, majelis ta’lim, dan pembentukan rumah baca sebagai sarana keilmuan untuk masyarakat desa.

Di tahun ajaran baru ini, sudah 25 siswa yang belajar di MTs At Taqwa Filial Engkerengas, mereka dididik oleh 5 orang guru honorer (2 orang sarjana, 3 lainnya hanya tamatan SMA) dan dibantu oleh dua orang guru konsultan.

Walau gedung sekolah belum ada dan masih numpang di kantor desa, buku paket pelajaran masih ala kadarnya, baju seragam hanya putih biru dan pramuka, namun semangat anak-anak di Beranda Indonesia ini seperti tak pernah padam. mereka merupakan bahan bakar utama tersemainya pendidikan di MTs At Taqwa Filial Engkerengas, Kalimantan Barat.

Komentar

komentar