Sekolah Guru Indonesia Serentak Melakukan Seleksi di Lima Kota

WhatsApp-Image-20160517(2)

Pada 16 Mei 2016 Sekolah Guru Indonesia serentak melakukan seleksi di 5 kota yaitu Medan, Palembang, Semarang, Makassar dan Mataram. Tujuan seleksi ini untuk mendapatkan para lulusan sarjana yang handal di bidang pendidikan atau yang peduli terhadap pendidikan. Ada 49 orang  dari berbagai universitas yang memenuhi syarat akreditasi minimal B yang lolos seleksi berkas dari program ini. Dari program ini nantinya akan diikutkan program pasca sarjana yang bekerjasama antara SGI (Sekolah Guru Indonesia) dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullaah Jakarta. Ikhtiar mendapatkan input terbaik diantara yang terbaik memang tidaklah mudah. Ketika para calon peserta unggul di aspek akademik, namun ada sisi lemah di aspek kepemimpinan sosial.

Motivasi seringkali terkesan masih belum kuat dari para calon peserta ketika dibenturkan oleh pilihan pragmatis dan idealis.  Motivasi yang besar saja tak cukup untuk masuk program SGI Pasca Sarjana, perlu dibuktikan dengan kiprah yang selama ini sudah diperbuat oleh para calon peserta di lingkungan masyarakat. Guna menyempurnakan program ini para peserta diminta untuk membuat usulan tesis atau bisa disebut proposal tesis, dan pada saat wawancara ada juga yang belum bisa menjelaskan isi proposal tersebut mulai dari tujuan sampai dengan metode yang akan dipakai dalam proposal tesisnya. Kepercayaan diri juga menjadi bahan pertimbangan ketika para pengelola melakukan seleksi.

Program ini memang sangat menarik untuk diikuti oleh para lulusan sarjana, namun, lagi-lagi pengelola ingin mendapatkan inputan yang baik, dan rata – rata dari mereka yang mendaftar terhambat dari segi persyaratan akademik seperti minimal skor TOEFL, akreditasi kampus, dan syarat IPK, sehingga dari persyaratan ini saja sebenarnya sudah menjadi saringan awal yang cukup ketat.

Hasrat belajar yang cukup tinggi tidak bisa hanya diucapkan dengan kata-kata, namun perlu dibuktikan dengan seberapa banyak buku yang sudah dibaca. Lagi-lagi pengelola di aspek ini ada kendala, dimana minat baca para peserta tergolong rendah, kalaupun ada buku yang dibaca itupun buku-buku fiksi/novel yang sebenarnya kurang mendukung dalam pengembangan keilmuannya. Sekolah Guru Indonesia dari program ini mengharapkan out put yang dihasilkan adalah para pakar pendidikan yang tak hanya mampu beretorika namun bisa mewujudkannya menjadi sebuah karya nyata yang dapat dirasakan oleh segenap lapisan masyarakat khususnya masyarakat marginal.

Pasca program perkuliahan mereka akan ditempatkan di Sekolah Literasi Indonesia yang kualitasnya akan didampingi oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa selama 1 tahun di wilayah beranda, desa, dan kota.

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.