Secercah Cahaya Ramadan di Sebatik

Secercah Cahaya Ramadan di Sebatik

Oleh: Deta Wijayanti
Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) Penempatan Sebatik

“Sidang jamaah tarawih sekalian, mulai dari sekarang marilah kita berbakti kepada orangtua syukur-syukur yang masih ada maupun yang sudah meninggal dunia. Sebab kita perlu ingat bahwa orangtua merupakan orang yang dimuliakan Allah Swt,” begitulah kira-kira kutipan isi ceramah dari Sukri siswa MI As’Adiyah kelas 6.

Ramadan di Sebatik adalah perjalanan di bulan kemenangan yang cukup menarik. Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah, ketika pengisi ceramah Salat Tarawih adalah siswa-siswi atau anak-anak yang berada di Desa Tanjung Karang, Dusun 03 tepatnya di Sungai Batang. Hal ini merupakan pengalaman yang baru bagi saya. Melihat anak-anak berani tampil, bahkan untuk bertilawah dan membacakan sedikit ceramah sebelum memasuki shalat tarawih.

Sebenarnya jika kita mengetahui historis Sungai Batang, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Kegiatan ceramah anak sudah rutin dilakukan selama Ramadan. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan. Pertama, para orangtua cenderung malu dan tidak mau tampil di depan umum, terlebih lagi ketika menyampaikan perihal agama. Kedua, secara historis masyarakat Sungai Batang dapat dikatakan seperti baru menjalankan syariat Islam, pasalnya di daerah tersebut belum ada masjid untuk salat berjamaah, dan pembiasaan puasa ketika Bulan Ramadan. Namun Alhamdulillah, sekarang sudah ada Masjid di dekat MI As Adiyah, wargapun Alhamdulillah sudah mulai berpuasa. Meskipun sejatinya, anak-anak juga belum tentu mempunyai bekal pengetahuan keagamaan yang baik, namun di sini anak-anak diarahkan dan dilatih agar berani tampil untuk berceramah. Bapak Sadarullah, tokoh masyarakat setempat, menginisiasi hal tersebut supaya orang-orang dari luar Sungai Batang mampu melihat kelebihan dari anak-anak meskipun bersekolah di Sekolah Filial yang dapat dikatakan fasilitasnya jauh dari kata layak.

Melihat hal ini, saya seperti menganggap anak-anak adalah setitik sinar di tengah kegelapan. Anak-anak bagaikan sebuah harapan yang baik di tengah masyarakat yang sangat membutuhkan pemimpin dan juga siraman keagamaan. Semoga kelak anak-anak ini mampu jadi pemimpin dan penggerak perubahan yang amanah dan menegakkan nilai-nilai Islam.

Berbicara hal menarik lainnya adalah akses menuju masjid. Masjid yang diberi nama Nurul A’laa terletak di tengah-tengah Sungai Batang, namun begitu bukan berarti warga berdekatan dan cepat untuk sampai ke masjid. Warga yang terbagi menjadi lokasi mulai dari kebun, bukit hingga pantai semuanya hanya difasilitasi oleh satu masjid tersebut. Untuk mencapai lokasi masjid, maka warga harus berjalan kaki kurang lebih 30 hingga 50 menit.

Berbekalkan lampu senter setiap harinya saya dan beberapa warga menyusuri lorong-lorong kebun sawit sepanjang lebih dari satu kilometer berjalan kaki menuju masjid, MasyaAllah sekali rasanya. Namun di sini saya lihat warga termasuk anak-anak tetap bersemangat untuk menuju masjid. Ketika pulang dari masjid dan lampu senter sudah habis baterainya, maka kami hanya mengandalkan sinar rembulan yang terkadang redup tertutup mendung.

Semangat untuk sampai ke masjid ini, tidak kalah dengan semangat anak-anak untuk mendapatkan “jatah” berceramah setiap malamnya. Saya selaku pendamping sekolah turut membantu anak-anak dalam berceramah mulai dari membuatkan teks dan melatih anak-anak untuk mampu menyampaikannya. beberapa kali saya buatkan anak-anak teks pada malam hari, kemudian saya berikan ketika berada di sekolah pagi harinya. Setelah itu saya latih anak-anak, kemudian mereka latihan sendiri di rumah hingga tampil malamnya, begitu terus setiap harinya.

“Buu , saya mau juga Bu dibuatkan ceramah”… “Bu saya kapan lagi Bu dapat jatah berceramah?”… “Buu habis dia, saya ya Bu yang ceramah”…

Kata-kata tersebut selalu berhasil membuat saya lebih bersemangat menjalani Ramadan di sini .

***

Mari bergabung dan bergandengan tangan bersama Dompet Dhuafa Pendidikan untuk menyalakan pelita harapan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program-program pendidikan berkualitas. Salurkan zakat, infak, dan sedekahmu melalui nomor rekening: 2881 2881 26 BNI Syariah a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Komentar

komentar