SDN Bantarwaru Peringati Hari Pahlawan

IMG20161110074945

Serang – Upacara bendera merupakan kegiatan yang tidak pernah terlewatkan di Indonesia. Upacara bendera ini juga telah menjadi pembiasaan baik untuk di sekolah maupun di instansi pemerintah. Di Sekolah biasanya dilaksanakan pada hari Senin.

Bendera merah putih bebas berkibar dengan indah di saat momen-momen penting yang ada di Indonesia. Pelaksanaan upacara dilakukan untuk mengingatkan kita pada jasa para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia, atas perjuangan mereka tersebut Indonesia akhirnya dapat mereguk kemerdekaanya.

Seperti pada pagi yang cerah pada Kamis lalu, anak-anak dan guru-guru SDN Bantarwaru telah berbaris rapi di lapangan. Ini merupakan kali pertama SDN Bantarwaru,  Kampung Dahu, Desa Bantarwangi Kecamatan Cinangka-Anyer, Banten menyelenggarakan peringatan Hari Pahlawan. Endang Sudarma menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh  Fitri Ayu Indriasari, Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Terlebih perayaan Hari Pahlawan ini dapat memberikan pengaruh yang baik terutama bagi siswa.

Suasana tampak berbeda saat Kepala Sekolah SDN Bantarwaru menyampaikan amanatnya kepada seluruh peserta Upacara. Di hari yang sangat bersejarah itu, ia berpesan untuk terus menumbuhkan semangat patriotisme. Di akhir amanatnya Endang Sudarma mengutip pernyataan Ir. Soekarno dengan tegas dan bergetar: “Setelah negara ini merdeka, bukan berarti tugas kita sebagai warganya telah selesai. Perjalanan kita masih panjang. Terutama bagi anak-anak bapak di sini, 20 tahun lagi, kalian menjadi orang-orang yang akan memimpin. Paling tidak memimpin dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik. Ir. Soekarno mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya,” papar Endang Sudarma dipenghujung amanatnya.

Ada yang menarik pada pelaksanaan upacara bendera kali ini, terutama pada para petugas upacaranya yang sebagian besar melibatkan kepala sekolah, Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan, operator dan penjaga sekolah sebagai petugasnya. Pergantian petugas bukan tanpa adanya alas an, Fitri Ayu Indriasari menjelaskan alasanya mengapa guru-guru yang menjadi petugas upacara diperingatan Hari Pahlawan adalah untuk memberi tauladan, sesuatu yang baik akan dicontoh dan ditiru oleh peserta upacara. Terlebih yang dicontohnya adalah bapak ibu gurunya.

“Sepanjang mendampingi SDN Bantarwaru pelaksanaan upacara kurang terorganisasi dengan baik dan melalui kegiatan ini, saya berharap anak-anak dapat mengambil pelajaran,” harap Fitri usai melaksanakan upacara.

Untuk memberikan kesan yang berbeda dari biasanya, anak-anak kelas 6  menyuguhkan beberapa teatrikal. Dalam teater yang akan dibawakan oleh anak-anak kelas 6 berlatar perjuangan. Pada puncak peringatan Hari Pahlawan juga diadakan pertunjukan perjuangan yang dilaksanakan pada Sabtu.

Siti Sahauni, Guru Konsultan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa #SekolahLiterasiIndonesia #SekolahGuruIndonesia penempatan di Bantar Waru Kec. Cinangka Kab. Serang-Banten

Komentar

komentar