SD Swasta Al-Falah Siap Untuk Berbenah

Oleh : Yuni Marsela, Konsul Relawan Sekolah Literasi Indonesia Wilayah Penempatan Kota Medan dan Deli Serdang

Antusiasme peserta dalam mengikuti School Strategic Discussion (SSD) yang bertempat di Ruangan Kelas VI SD Swasta Al-Falah, Kota Medan patut diacungi jempol. Para peserta SSD yang terdiri dari Kepala Sekolah dan semua guru serta pegawai SD Swasta Al-Falah mengikuti jalannya SSD dengan baik

Dari enam sekolah dampingan tersebut, SD Swasta Al-Falah adalah sekolah keempat dilaksanakannya SSD. SSD berlangsung pukul 10.40 WIB hingga pukul 12.25 WIB. Waktu yang cukup rentan untuk bisa fokus, apalagi membahas secara detail tentang permasalahan yang ada pada sekolah. Mulai dari sistem instruksional mengenai proses pembelajaran hingga budaya yang diterapkan di SD Swasta Al-Falah ini. Pikiran sudah bercabang ke mana-mana, ditambah dengan siswa-siswi agak sedikit gaduh di luar ruangan kelas.

Namun, hal itu tidak terjadi pada guru-guru SD Swasta Al-Falah. Kepala Sekolah dan guru-guru sangat aktif dan semangat dalam mengikuti diskusi kecil ini. Konsultan Relawan (KAWAN) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa menyebutnya dengan istilah SSD.

Berawal dari perkenalan Konsultan Relawan, penjelasan tentang pengukuran Makmal Pendidikan Criteria 4 School Performance (MPC4SP) 2.0 hingga hasilnya. Apakah SD Swasta Al-Falah ini masuk kategori sekolah Bintang 1, 2, 3, 4 ataukah sudah mencapai sekolah model Bintang 5. Ternyata dari hasil pengukuran MPC4SP 2.0 yang sudah dilakukan, SD Swasta Al-Falah sudah masuk sekolah kategori Bintang 2.

Mendengarkan pernyataan tersebut Kepala Sekolah beserta Guru-guru yang hadir sangat senang, hingga bertepuk tangan dengan meriah.
“Alhamdulillah, sudah masuk Bintang 2 sekolah kita,” ucap Syukur Mhd. Ardy Sofyan, Kepala Sekolah SD Swasta Al-Falah.

Berlanjut dengan pembahasan tentang permasalahan yang telah didapatkan dari hasil MPC4SP 2.0. Suasananya masih fokus, Rita selaku guru kelas 3 terlihat terenyuh dengan skor “E” yang diperoleh oleh salah satu indikator penilaian yakni pembelajaran aktif. Rita bertanya kepada guru di belakangnya, “Kenapa bisa nilainya “E”, ya buk?” Tanyanya dengan dahi berkerut tak terima.

Saking penasarannya, dengan pertanyaan yang sama Rita bertanya kepada Febri dan Yuni selaku Konsultan Relawan (Kawan) Makmal Pendidikan. “Bu, saya ingin bertanya,” Kenapa indikator pembelajaran aktif itu bisa memperoleh skor “E”, ya Bu?” Padahal, saya sudah membuat media dan mengajar dengan baik,” jelas Rita berani.

Pertanyaan tersebut langsung ditanggapi oleh Kawan Febri. “Pembelajaran Aktif itu berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran, metodologi pengajaran dan aturan kelas. Nah, apakah semua guru disini sudah melakukan ketiga hal di atas?”Jawab Febri dengan rinci.

Mendengar jawaban dari Kawan Febri yang sudah rinci tersebut, barulah Rita guru kelas 3 itu paham. Pembahasan hasil MPC4SP 2.0 kedua lingkup terus berlanjut hingga menentukan program pembenahan, penanggung jawab dan juga waktu pelaksanaan program.

Di tengah pembahasan mengenai pelaksanaan program, Kepala Sekolah SD Swasta Al-Falah Mhd. Ardy Sofyan mengatakan dengan semangat melalui peribahasa yang berbunyi,”Ikan Sepat Ikan Gabus, semakin cepat semakin bagus”. “Maksudnya, jika program yang kita rencanakan ini pelaksananya lebih awal akan semakin bagus,” Jelas Mhd. Ardy Sofyan kepada Konsultan Relawan dan juga guru-gurunya.

Pukul 12.15 WIB, berakhirlah SSD di SD Swasta Al-Falah dengan penandatanganan komitmen pelaksanaan program oleh Kepala Sekolah dan juga guru-guru yang hadir.

Komentar

komentar