Rumah Baru Untukku Kala Ramadan

 Rumah Baru Untukku Kala Ramadan

Oleh: Dede Agus Salim Rahman. 

 

Nama saya Dede Agus Salim, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman Ramadan saya di daerah penempatan. Saat itu saya berada di tempat yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, kendaraan bermotor, bahkan jaringan komunikasi tidak ada sama sekali. Sebut saja daerah ini Nunusan, sebuah daerah yang masih asri, memiliki keindahan alam memesona, sehingga tak heran apabila Nunusan menjadi kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Saya sendiri ditempatkan di Nunusan karena daerah ini termasuk ke dalam peta sebaran penempatan Sekolah Literasi Indonesia (SLI) dari enam belas daerah lainnya di seluruh Indonesia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan para siswa kala itu kembali diliburkan hampir sebulan penuh lamanya. Tentu saja kegiatan di sekolah pun ikut diliburkan. Bagi saya Ramadan tahun ini menjadi tantangan tersendiri karena biasanya ketika liburan Ramadan, guru di Kelas Jauh Nunusan tidak datang ke sekolah dikarenakan jarak yang jauh dan juga akses yang hanya bisa dilalui oleh sampan.

Namun saya tidak putus asa, saya dan beberapa orang guru Kelas Jauh Nunusan mengadakan kegiatan bertemakan Ramadan Literasi. Kegiatan yang diikuti puluhan siswa ini bertujuan memberikan pemahaman agama para siswa dan orangtua di sini masih terbilang minim, oleh karenanya perlu diadakan pendadaran melalui kegiatan menyenangkan agar mereka paham Islam secara menyeluruh. Kegiatan Ramadan Literasi dimulai pagi hari dengan materi dasar puasa seperti menghapal niat puasa, menghapal doa berbuka puasa , syarat puasa dll. dan diselingi dengan nyanyian Islami, menonton film , dan beragam permainan seru. Pada sore harinya para siswa akan belajar mengaji dan menghapal surat-surat pendek, lepas Salat Magrib para siswa boleh memilih untuk berbuka di rumah atau berbuka bersama di surau bersama teman-teman lainnya. Kegiatan berbuka bersama ini bertujuan untuk memotivasi mereka dalam menjalankan ibadah puasa. Pada pertengahan Ramadan nanti, kami akan melaksanakan buka bersama dengan Tim Laziz PLN Pekanbaru.

Sungguh Ramadan kala itu menjadi Ramadan terindah untuk saya, saya bahagia bisa mengajarkan berbagai ilmu baru karena mereka masih asing dengan istilah Salat Tarawih, witir, bahkan mereka asing dengan jumlah rakaat salat yang banyak. Ketidaktahuan mereka membuat saya semakin bersemangat belajar agama lebih baik lagi. Tawa riang mereka ketika berkisah seputar pelaksanaan puasa membuat saya tersenyum bangga, betapa agama ini menguatkan tali persaudaraan diantara kami semua.

Saya ingat, saat itu kami menutup malam dengan melaksanakan Salat Tarawih berjamaah, berdoa bersama, dan belajar lebih banyak lagi dari buku The Power of Ramadan. Walau jauh dari rumah, tetapi saya menemukan rumah baru yang tak kalah nyamannya.

***

Mari bergabung dan bergandengan tangan bersama Dompet Dhuafa Pendidikan untuk menyalakan pelita harapan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program-program pendidikan berkualitas. Salurkan zakat, infak, dan sedekahmu melalui nomor rekening: 2881 2881 26 BNI Syariah a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

 

Komentar

komentar