Ramadan Datang, Suara Indah Para Malaikat Kecil di Masjid Berkumandang

Ramadan Datang, Suara Indah Para Malaikat Kecil di Masjid Berkumandang

Oleh: Muhammad Jaisyurrahman

Duta Gemari Baca PSB Makmal Pendidikan Batch 1

“Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid. Waspadalah. Saat itu kalian dalam bahaya”.

Itulah kata-kata dari seorang panglima tinggi termuda bernama Muhammad Al-Fatih, Sang Penakluk Kota Konstantinopel. Namun apakah arti kalimat: “Saat itu kalian dalam bahaya”? Mari kita kaji bersama.

Tulisan ini saya buat sesuai dengan kejadian yang saya alami. Di bulan Ramadan seperti sekarang ini,  masjid-masjid mulai disesakki oleh jamaah yang ingin mengais pahala sebanyak-banyaknya, termasuk anak-anak di dalamnya. Tetapi sering kali anak-anak ini kedapatan ribut dan hanya berlarian saja di dalam masjid, tentu saja hal tersebut membuat beberapa orang dewasa jengah lalu menegur dengan kata-kata keras. Padahal seperti yang kita ketahui jika anak-anak akan kesulitan mencerna kata-kata keras, karena sejatinya jiwa mereka belum siap untuk mendapatkan kata-kata tersebut. Alih-alih keras, seharusnya orang dewasa mampu menggunakan tutur kata yang halus dan penuh ajakan baik.

Andai orang dewasa tahu jika para malaikat kecil tersebut memang sedang masanya bersenang-senang, andai para orang dewasa tahu bahwasanya Allah sedang menguji mereka dengan menyodorkan anak-anak sebagai ujian keimanan sekaligus ujian sikap terkait apakah mereka bisa bersikap lemah lembut terhadap para penerus generasi baru Islami atau tidak. Sayang, kebanyakan dari mereka malah lebih memilih untuk bersikap keras. Sekarang mari kita renungkan, bagaimana para generasi baru Islam ini akan berpihak pada kebenaran jika haknya mereka untuk bersenang-senang saja dikekang; Bagaimana mereka mau bersikap baik pada sesama jika mereka sudah dihujani kata-kata keras dan cenderung kasar ke dalam hati dan pikirannya; Bagaimana mereka akan semakin cinta pada masjid, jika mereka malah dilarang datang ke masjid.

Itulah gambaran besar dari kutipan Sang Panglima Penakluk Konstantinopel, dapat dikatakan bila kita (memang) benar-benar dalam bahaya jika para generasi baru dicekoki dengan kata-kata kasar dan hardikan. Maka menjadi tugas kita untuk mengubah sikap kita dan orang dewasa kepada para generasi penerus agar kelak merekla dapat menjadi generasi baru berjiwa pemimpin yang Islami.

***

Mari bergabung dan bergandengan tangan bersama Dompet Dhuafa Pendidikan untuk menyalakan pelita harapan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program-program pendidikan berkualitas. Salurkan zakat, infak, dan sedekahmu melalui nomor rekening: 2881 2881 26 BNI Syariah a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Komentar

komentar