Program Pendampingan Sekolah Membawaku Menjadi Lebih Baik

 Program Pendampingan Sekolah Membawaku Menjadi Lebih Baik

Oleh: Syaridawati

Guru Sekolah Cerdas Literasi SDN 35 Pao-pao, Mandai, Maros, Sulawesi Selatan

 

 

Berawal dari sebuah impian memiliki sekolah yang berkualitas tinggi dari segala aspek, baik dari kemampuan para pendidik, hasil anak didik, maupun kondisi sekolah, kami tersadar bahwa ini semua sulit untuk terwujudkan. Tapi, tidak ada yang tidak mungkin bila Allah berkehendak.

 

Puji syukur, doa kami dari guru SDN 35 Pao-pao dikabulkan oleh-Nya. Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa serasa seperti malaikat yang dikirim oleh Allah untuk sekolah kami. Program-programnya merupakan kebutuhan kami. Dimulai dengan keinginan kami melahirkan siswa yang berkualitas, tentunya harus didukung oleh sekolah yang berkualitas dan proses belajar-mengajar yang berkualitas pula.

 

Tiga tahun dalam Program Pendampingan Sekolah, telah banyak ilmu yang kami dapatkan melalui pelatihan-pelatihan. Hasilnya pun dapat terlihat baik di tingkat kecamatan sampai kabupaten. Sekolah kami mendapatkan pengakuan display yang tidak didapatkan di sekolah lain, selain juga Juara I Lomba Kebersihan Sekolah.

 

Prestasi ini tentu suatu kebanggaan bagi kami. Banyak guru dari sekolah lain yang bergiliran mendatangi sekolah kami untuk melihat kebenaran dari gaungnya sekolah kami di telinga mereka. Puji syukur, tidak henti-hentinya saya berterima kasih kepada Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Sebuah kehormatan ketika Bupati Maros, Sulawesi Selatan, Bapak Hatta Rahman M.M. datang untuk meresmikan Program Pendampingan Sekolah sekaligus meresmikan bangunan baru sekolah kami.

 

Apa yang menarik dari pelatihan di Program Pendampingan Sekolah? Sebenarnya kalau mengikuti seminar dan pelatihan saya sudah mempunyai pengalaman yang cukup banyak. Hanya saja, ada yang berbeda dalam setiap pelatihan yang dilaksanakan oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Selama ini, pelatihan yang saya peroleh sudah bagus, tetapi materinya sulit untuk langsung diterapkan kepada peserta didik karena masih abstrak dan narasumbernya bukan praktisi langsung. Jadilah materinya hanya berputar dalam tataran teori.

 

Berbeda dengan yang saya dapatkan pada pelatihan Makmal Pendidikan. Materinya praktis aplikatif dan disampaikan dengan menyenangkan oleh para praktisinya langsung. Pelatihan juga dilakukan secara berkelanjutan dan ada evaluasi langsung dari Pendamping Sekolah. Ketika pelatihan berikutnya diadakan, pelatihan sebelumnya menjadi agenda pembahasan apakah ada tindak lanjut dari peserta pelatihan sebelumnya.

 

Masih ada beberapa hal lagi yang saya kagumi dari Program Pendampingan Sekolah. Satu di antaranya adalah adanya pemberian reward. Kegiatan sekecil apa ada reward yang diberikan. Saya pernah mendapatkan hadiah sebuah pulpen, dan saya merasa sangat senang. Saya kemudian berpikir, jika saya saja senang diberi reward meskipun nilai rupiahnya kecil, apalagi peserta didik yang notabene masih anak-anak.

 

Komentar

komentar