Program Gemari Baca di Sekolah Tapal Batas

IMG-20161109-WA0000

Buku adalah gudang ilmu, kuncinya adalah membaca. Ya, ungkapan ini yang coba kami terapkan di Sekolah Tapal Batas MI Darul Furqan. Walaupun sarana dan prasarana sekolahnya masih sangat sederhana, kami berniat untuk membentuk siswa-siswa literat di sekolah ini. Salah satu prinsip kami adalah “bertindak lokal, berpikir global”. Sarana boleh terbatas, namun pengetahuan dan cara berpikir harus melampaui keterbatasan yang ada. Bukulah salah satu solusinya. Sebab dialah gudang ilmu dan rekaman serta prototype dari semua pengetahuan yang ada . Melalui kegiatan membaca, kita bisa mengenal banyak hal dan bisa berselancar ke berbagai belahan bumi.

IMG-20161109-WA0001

Melalui komunikasi yang dibangun bersama kepala madrasah dan guru-guru, kami mencoba membangun budaya literasi di Sekolah Tapal Batas MI Darul Furqan. Tidak mudah memang memulai budaya literasi pada siswa. Sebab dunia mereka masih rentan dengan kegiatan bermain. Selain pertimbangan psikologi anak, pemenuhan jam pembelajaran juga menjadi pertimbangan lainnya dalam penanaman budaya literasi di sekolah. Sebab penanaman budaya literasi bisa dilakukan hanya dengan pembiasaan membaca yang terjadwal. Saat itu kami menyepakati program pembiasaan membaca 15 menit setiap hari sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Hal ini secara tidak langsung mengakibatkan berkurangnya sebagian jam pembelajaran yang ada di sekolah. Hingga kami menyepakati untuk melakukan pengembangan kurikulum dengan memasukkan Gemari Baca sebagai salah satu kurikulum khas sekolah. Tapal batas MI Darul Furqan.

IMG-20161109-WA0002

Awalnya, program ini masih belum lancar dijalankan di Sekolah Tapal Batas MI Darul Furqan. Walaupun sudah ada jadwal yang disusun, namun setiap harinya program Gemari Baca jarang dilaksanakan. Padahal semua pihak sekolah sudah bersepakat dengan pembiasaan budaya literasi ini. Dalam prosesnya, pembiasaan ini lambat laun mulai diterapkan. Diawali dengan pembiasaan yang dilakukan oleh guru konsultan setiap kali mengajar di kelas, akhirnya guru-guru mengikuti pembiasaan tersebut. Lewat bimbingan In-leading dan E-leading yang diberikan ke guru-guru, program gemari baca semakin diperkuat. Alhamdulillah sejak akhir Agustus kemarin, pembiasaan membaca 15 menit sudah intens dilakukan di sekolah. Walaupun dari tiga kelas yang ada, kelas III lah yang paling aktif melaksanakan program Gemari Baca ini. Sebab dari ketiga kelas yang ada, hanya kelas 3 yang siswanya sudah terbilang lancar dalam membaca.

Saat ini siswa-siswa kelas III MI Darul Furqan mulai menggemari buku. Mereka sangat menyenangi kegiatan membaca. Buku-buku yang banyak digemari oleh mereka adalah kisah-kisah nabi dan kisah-kisah teladan muslim. Bahkan masing-masing mereka saling berlomba, siapa yang lebih banyak menyelesaikan buku bacaannya. Sebut saja Syairil, salah satu siswa yang tinggal di Bergosong Malaysia. Dari sekian banyak teman-temannya, dialah yang paling aktif membaca buku. Saat ini dia bisa menyelesaikan bacaannya sampai dua buku dalam sehari. Bukan hanya sekedar membaca, tetapi dia juga mampu menceritakan kembali beberapa konten yang ada di dalam buku yang dibacanya. Hal ini terlihat saat kegiatan book sharing di kelas. Ia mampu menceritakan kisah Nabi Hud AS menggunakan dialek Bugis Melayunya sebagai bahasa sehari-harinya. Bahkan Ia juga mampu mengoreksi dan membenarkan cerita temannya yang keliru saat melakukan book sharing, ketika buku yang diceritakan itu pernah dibacanya. Jadwal membaca Syairil tidak hanya saat pagi hari saja, tetapi juga saat jam istirahat. Di beberapa kondisi, Ia lebih memilih berselancar dengan dunia buku dari pada bermain. Sambil menunggu jemputan saat pulang sekolah, ia juga terkadang menggunakan waktunya untuk membaca buku.

IMG-20161109-WA0003

Berbeda dengan kelas III, pembiasaan membaca untuk kelas II dan kelas I di sekolah Tapal Batas MI Darul Furqan masih terbilang rendah. Yups, masih dalam tahapan menumbuhkan semangat dari siswa-siswanya. Pembiasaan membacanya pun baru dimulai awal Oktober kemarin saat kegiatan pembimbingan In-leading. Walaupun beberapa dari mereka masih dalam tahapan mengeja. Program ini cukup menarik perhatian mereka. Dalam menanamkan semangat membaca ke siswa, biasanya di beberapa kondisi gurulah yang membacakan buku ke siswa. Saat guru yang membacakan buku, maka diakhir kegiatan guru biasanya mengadakan umpan balik seputar buka yang sudah dibacakannya. Pertanyaan yang paling minimal biasanya seputar nama-nama tokoh dan tempat kejadian yang ada di dalam buku. Mereka sangat antusias dalam menyimak dan mengikuti alur cerita yang sedang dibacakan. Walaupun demikian, tetap juga ada siswa yang masih susah fokus dan sibuk dengan kegiatannya sendiri. Hal ini saya temukan sendiri ketika melakukan kegiatan modelling class di kelas dua MI Darul Furqan.

Sedangkan untuk pembiasaan budaya literasi di kelas 1 sekolah Tapal Batas MI Darul Furqan, masih dalam tahap guru yang membacakan buku ke siswa. Sesekali siswa diberi hak untuk memilih sendiri judul buku yang akan dibacakan ke mereka. Salah satu pertimbangan mereka dalam memilih buku tentu saja karena gambar yang ada di dalam buku tersebut. Pada tahap ini guru sesekali memancing rasa penasaran siswa dengan menyebutkan dan mengeja rangkaian-rangkaian huruf sampai siswa berhasil menebak judul bukunya.  Tidak berbeda dengan di kelas II, guru juga melakukan umpan balik seputar buku yang telah dibacakan diakhir kegiatan Gemari Baca.

Program Gemari Baca saat ini memberi warna tersendiri bagi siswa-siswa sekolah tapal Batas MI darul Furqan. Setiap hari mereka lebih sering berinteraksi dengan buku-buku bacaan yang dipajang di rak ceruk ilmu. Kegemaran tersebut juga langsung disambut dengan positif oleh kepala sekolah dan guru-guru Sekolah Tapal Batas. Saat ini pihak sekolah selalu berupaya menambah jenis-jenis bacaan siswa dengan mencari donatur-donatur yang bersedia mendonasikan bukunya di sekolah Tapal batas. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami ketika melihat semangat anak-anak dalam membaca buku. Semoga dari sekolah Tapal Batas lahir generasi-generasi yang semakin literat dan bermanfaat untuk sesamanya.

Komentar

komentar