Profesi Guru adalah Pilihan

Oleh: Abdul Kodir

Mengajar adalah profesi yang mengajarkan semua profesi yang lainnya.

Saat membaca kata bijak di atas, saya termenung cukup lama dan berpikir tentang kedalaman profesi guru.

Saya berpikir profesi guru amat sangat penting dalam mencetak generasi bangsa yang berkualitas. Ketika guru mengajar dalam satu kelas, maka sesungguhnya guru telah mendidik potensi bangsa ini. Bayangkan jika guru yang mengajar pada saat itu tidak mengajar dengan semestinya, maka berapa potensi bangsa ini yang akan hancur?.

Belum dengan kelas yang lainnya? Belum dengan sekolah yang lainnya?.
Akan berapa banyak lagi asset bangsa ini yang akan hancur?. Jika hal ini terjadi, ketika guru tidak menempatkan fungsi
sebagaimana mestinya, bangsa dan negara ini akan tertinggal dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian waktu tidak terbendung lagi perkembangannya, sehingga tidak salah jika kita menempatkan guru sebagai salah satu kunci pembangunan bangsa, untuk menjadi bangsa yang maju di masa yang akan datang.

Untuk itu, sudah saatnya para pengajar melaksanakan fungsinya sebagai pemegang amanah bangsa dan agama untuk bersungguh-sungguh membangun bangsa ini di jalur pendidikan. Namun, untuk melaksanakannya hanya seorang guru yang menjadikan profesinya sebagai pilihan, bukan mereka yang menjadikan guru sebagai profesi karena tidak ada pilihan (alternatif).

Hanya guru yang memilih profesinya dengan hati akan mencintai pekerjaannya dengan tanggung jawab, mendidik dengan kasih sayang. Ketika semua yang diemban dilakukan dengan sebaik-baiknya maka yakinlah akan lahir generasi yang mampu merubah bangsa ini menjadi yang lebih baik.

Mulailah, jadikan profesi guru sebagai pilihan, karena di pundak gurulah kemajuan bangsa ini dipertaruhkan. Mulai hari ini, tancapkan di benak kita bahwa guru adalah profesi yang mulia, berpikirlah dengan tanggung jawab, karena profesi ini yang sudah kita pilih.

Ketika kita bekerja dengan hati, kemauan kita akan lebih kuat. Pikiran kita akan semakin tajam, sehingga akan lebih produktif dibanding bekerja tanpa hati.

Saya kutip sebuah kisah motivasi dari Resensi.net, semoga dapat menumbuhkan semangat kita tentang pentingnya bekerja dengan hati.

***

Suatu Ketika Mercedez Benz owner memiliki masalah dengan kran air di kamar mandi dalam rumahnya. Kran tersebut selalu bocor sampai Big Bos Marcedez itu khawatir akan keselamatan anaknya yang mungkin saja dapat terpeleset dan jatuh.

Mengikuti rekomendasi temannya, Mr. Benz menghubungi tukang ledeng agar memperbaiki kran miliknya. Akhirnya dibuat perjanjian untuk memperbaiki yaitu 2 hari kemudian. Karena si tukang ledeng cukup sibuk. Sama sekali si tukang ledeng tidak mengetahui bahwa si penelpon adalah termasuk orang penting, pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman. Setelah di telpon, satu hari kemudian si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena telah bersedia menunggu hingga satu hari lagi.

Mr. Benz-pun kagum atas pelayanan si tukang ledeng dan cara berbicaranya.

Hari berikutnya pada hari yang telah ditentukan, si tukang ledeng datang untuk memperbaiki kran yang bocor di rumah Mr. Benz.
Setelah diutak-atik, akhirnya kran pun selesai diperbaiki dan setelah menerima pembayaran atas jasanya, si tukang ledeng pulang .
Sekitar dua minggu kemudian, si tukang ledeng menelpon Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang telah diperbaiki sudah benar-benar beres dan tidak ada masalah yang timbul? Ternyata Mr. Benz puas akan kerja si tukang ledeng dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan si tukang ledeng. Mr. Benz berpikir, bahwa orang ini pasti orang yang hebat walaupun hanya tukang ledeng.

Beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya. Tahukah Anda siapa namanya?
Ya, dialah Christopher L. Jr. Saat ini jabatannya adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!

========

Sahabat Guru, tahukah anda apa makna dari cerita diatas. Cerita diatas memberikan motivasi kepada kita untuk memberikan yang terbaik di kehidupan ini apapun posisi kita saat ini. Kita tidak tahu, sebenarnya posisi kehidupan kita di mana, namun dengan memberikan yang terbaik, kita tidak akan menoleh kebelakang melihat goresan cerita kehidupan kita dengan kekecewaan. Yang ada hanyalah senyum kepuasan akan apa yang telah kita lakukan.

Kehidupan ini hanyalah panggung sandiwara, maka sebaik-baik pemain adalah yang bermain sebaik mungkin dengan kesadaran bahwa perannya hanya sementara.

Ada naskah dan skenario Sang Pencipta yang tidak kita tahu. Dibalik kebahagiaan, terkadang skenario selanjutnya adalah

kesedihan, begitu pula terkadang dibalik kesedihan, skenario selanjutnya adalah kebahagiaan.

Hanya dua hal yang dapat kita lakukan, yaitu meyakini bahwa skenario yang Allah berikan adalah yang terbaik dan berbuat yang terbaik dalam melalui setiap peristiwa kehidupan kita. Maka jika Sahabat Guru dalam kesedihan, kegalauan hati, keresahan jiwa, ingatlah bahwa itu hanya sementara.

Berbuatlah yang terbaik untuk sekolah kita.

Komentar

komentar