Training Guru Tahap I

Oleh: Hani Karno

Beberapa waktu lalu Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Mengadakan Pelatihan Guru Tahap I di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Pelatihan ini diadakan selama 2 hari dan pada dasarnya merupakan pelatihan yang hanya bisa diikuti oleh sekolah dampingan saja yakni Sekolah Tapal Batas Madrasah Ibtidaiyah Darul Furqon, akan tetapi karena keterbatasan pengajar di sekolah ini (hanya terdapat 2 orang guru MI, 1 orang guru Madrasah Diniyah dan 2 orang guru PAUD), maka pihak SLI berinisiatif melibatkan sekolah-sekolah dasar sekitar Kecamatan Sebatik Tengah. Silaturahim dan kunjungan ke UPTD, KKG dan KKS setempat kemudian dillakukan guna menginformasikan sekaligus meminta izin ke sekolah untuk melaksanakan kegiatan Pelatihan Guru Tahap I ini. Setelah proses silaturahim dan perizinan selesai, kami mulai mengkomunikasikan berbagai hal terkait pelatihan pada PIC Tim Nunukan. Tim Nunukan akhirnya memutuskan jika kegiatan pelatihan hari pertama akan melibatkan guru-guru Sekolah Dasar sekitar, sedangkan hari kedua dikhususkan bagi guru-guru di Sekolah Tapal Batas.

Kegiatan Pelatihan Guru Tahap I hari pertama berjalan lancar, sekitar 30 orang guru hadir di acara pembukaan termasuk di dalamnya 17 guru peserta pelatihan yang terdiri dari 11 guru rekomendasi dan 6 orang dari sekolah dampingan (5 guru dan 1 kepala sekolah), turut hadir juga kepala-kepala sekolah, KKS, perwakilan UPTD dan perwakilan camat setempat. Namun sayang Kepala UPTD dan Camat berhalangan hadir karena bertepatan dengan jadwal ujian thesis di Nunukan. UPTD sendiri akhirnya diwakilkan oleh Aman Soekino selaku Pengawas Pendidikan sedangkan camat diwakili oleh Kepala Bidang Kesos, Abdul Muin. Dalam sambutannya, Aman Soekino sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan guru ini. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini seharusnya mereka galakkan sedari dulu, hanya saja dibatasi oleh anggaran yang terbatas. Beliau juga sempat menyinggung tentang program Sekolah Literasi Indonesia yang dijalankan oleh Guru Konsultan Dompet Dhuafa Pendidikan, pasalnya program literasi ini juga menjadi agenda mereka disetiap instansi sekolah dan pendidikan. “Di Dinas Pendidikan sendiri program sosialisasi mengenai literasi tengah dijalankan, karena ini merupakan masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat di Sebatik Tengah secara khusus dan Nunukan secara umum,” ungkapnya. Tak lupa di akhir sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah menginisiasi program Sekolah Literasi dan Pelatihan Guru. Selain pihak UPTD, Abdul Muin juga selaku perwakilan Camat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka dengan resmi acara Pelatihan Guru Tahap I. Ia juga sangat mengapresiasi program-program Dompet Dhuafa yang sejak awal telah bekerjasama dengan Sekolah Tapal Batas dalam peningkatan kualitas pendidikan di Sebatik Tengah.

Pelatihan Guru tahap I hari pertama diadakan di Aula Kecamatan, hal ini untuk menjaga keharmonisan sekolah karena melibatkan lebih banyak guru SD Negeri dibandingkan Madrasah Ibtidaiyah. Pada pelatihan hari pertama ini ada 2 sesi dalam kegiatan pelatihan yakni sesi I mulai pukul 10.00-12.15 WITA dengan materi PAIKEM, di sesi I para peserta diajak diskusi dan tanya jawab mengenai pembelajaran PAIKEM. Sedangkan sesi II mulai pukul 13.00 -16.20 WITA; di sesi II para peserta ditugaskan membuat apersepsi dan menyusun RPP bermuatan pembelajaran aktif. Selama pelatihan berlangsung banyak peserta yang sempat melontarkan komentar bahwa RPP yang selama ini ada di sekolah tempat mereka mengajar bukanlah hasil RPP yang disusun oleh guru-guru, akan tetapi hasil copy paste dari internet. Sehingga RPP tersebut hanya dijadikan sebagai kelengkapan berkas administrasi saja, bukan pedoman dalam mengajar. Pelatihan Guru Tahap 1 ini membuat para peserta akhirnya merasakan bagaimana menyusun RPP, banyak dari mereka yang kebingungan dan terus bertanya pada para trainer yang mengisi pelatihan saat itu.

Pelatihan Guru tahap I dihari kedua diadakan di Sekolah Tapal batas MI Darul Furqon dan hanya dihadiri oleh 6 peserta saja, kegiatannya sendiri berlangsung dari pukul 10.00-17.00 WITA. Pelatihan hari kedua diisi materi Tematik teritegrasi dan kontekstual. Dalam training sesi III ini peserta diajarkan cara menyusun RPP kurikulum 2013, selain itu juga disampaikan hal-hal mengenai pembelajaran tematik dan cara penilaiannya. Materi pengantar dilakukan hanya 1 jam, setelah itu dilanjutkan dengan praktik langsung menyusun RPP selama satu minggu. Di tengah kegiatan training, Kasi Kemenag Kabupaten Nunukan, Dra Hj Nurlela, menyempatkan hadir. Beliau sangat mengapresiasi program Dompet Dhuafa dan menyarankan agar pelatihan tahap berikutnya melibatkan madrasah-madrasah lain yang ada di Sebatik. Tak lupa ia memotivasi para guru agar serius dalam mengikuti pelatihan dan serius dalam mengajar, supaya bisa dibantu terkait anggaran untuk kesejahteraan para guru.

 

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.