Pola Asuh Anak (Waspada Panitia Akhir Zaman)

Oleh: Forta Oktariansa

 

 

Penderitaan negeri ini makin kronis, negeri seribu pulau yang bersahaja  ramah berbudaya luhur kini terkikis dengan rontoknya moral anak bangsa. Menurut data Komnas Perlindungan Anak tahun 2011 menunjukkan data 97% pelajar SMP dan SMA pernah melihat film porno. Bahkan lebih parah lagi, 21% pelajar SMA pernah aborsi. Naudzubilah summa naudzubillah. Data tersebut bukan berarti menunjukkan hebat dan gaulnya remaja saat ini, dan itu adalah data sebenarnya dari panitia akhir zaman. Diriwayatkan Thabrani dan Hakim, dari Abu Dzar r.a . Rasullallah SAW bersabda “apabila zaman (kiamat) kian hampir dekat, mendidik anjing lebih baik daripada mendidik anak, tidak ada rasa hormat terhadap yang lebih tua, dan tidak ada kasih sayang kepada yang lebih kecil, anak-anak zina semakin ramai, sehingga laki-laki menyantap perempuan dijalanan, mereka tidak ubahnya seperti kambing berhati serigala”.

 

Kedahsyatan data tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi disekitar kita, mari tengok berapa banyak anak muda yang menikah karena telah hamil duluan, bahkan orang tuanya tetap dengan megah menggelar hajatan demi menutupi aib tersebut. Orang tua saat ini cenderung takut malu daripada takut dosa. Di mana seharusnya seorang yang hamil tidak bisa dinikahkan sampai ia melahirkan. Menurut Al-ghazali dalam bukunya menyikap rahasia qolbu bagian zina, akibat dosa zina yakni tiga hal di dunia dan tiga hal di akhirat. Tiga hal di dunia yakni kekeringannya atau sempitnya rezeki, hitamnya muka dan pendeknya umur sedangkan tiga hal di akhirat yakni murka Allah SWT, sukarnya Hisab dan masuk neraka.

 

Menelisik perubahan moral anak bangsa disebabkan banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal bukan berarti karena sang anak itu sendiri namun karena pola asuh orang tua, kasih sayang orang tua, dan tauladan orang tua yang merupakan bagian internal perubahan sikap dan moral sang anak. Mari kita bahas, dalam pola asuh anak orang tua yang cenderung memanjakan anak, menuruti kemauan sang anak tanpa batasan dan rambu-rambu. Lemahnya penghargaan dan hukuman. Memberikan penghargaan atas prestasi anak dan memberi hukuman jika bersalah harus dikuatkan, bukan malah jika anak salah dibela dan menyalahkan orang lain.

 

Yang kedua yakni kasih sayang orang tua, cinta terhadap anak bisa melebihi cinta terhadap istri atau suami, berapa banyak pasangan suami istri berkelahi karena saling menyalahkan saat mendidik anak. Kasih sayang yang berlebihan membuat anak cenderung berani membuat kesalahan dan beranggapan tidak mengapa karena orang tua sayang dan tidak pernah memberi hukuman. Yang ketiga  tauladan orang tua, kita menginginkan anak kita soleh dan solehah, namun orang tua sendiri tidak shalat ke masjid bagi bapaknya, ibunya membantah suami, sepinya rumah dari alunan ayat suci Al-Quran. Tauladan adalah utama dalam mendidik anak, anak bersama kita orang tua lebih lama waktunya dari pada di sekolah dan bermain di lingkungan sekitar. Jadi seandainya ada yang patut disalahkan dari kenakalan remaja dilihat dari kejamnya data diatas adalah orang tua.

 

Jika dari segi eksternal, pengaruh besar teknologi komunikasi, televisi dan sedikit dari lingkungan. Pengaruh lemahnya pengawasan orang tua seiring kemajuan teknologi membuat anak tak terbendung lagi kecepatan berinteraksinya, sehingga informasi yang terserap tidak dapat dipilih menjadikan semua informasi jadi data tersimpan di memori sang anak, baik itu buruk maupun informasi yang memang baik. Orang tua seharusnya lagi-lagi membatasi dan mengedukasi anak terkait tekhnologi dan komunikasi tersebut. Dari televisi, ini adalah bagian sehari-hari racun pembunuh bagi moral anak, yang sebenarnya orangtua sadar, namun orang tua juga sudah terkena racun yang telah menahun. Psikologi anak yakni anak adalah peniru yang baik, jadi jika anak berkelakuan bebas seperti acara di televisi barulah orang tua tersadar. Orang tua sebaiknya berilah batasan menonton TV dan dampingi anak saat menonton TV, beri pengertian jika di TV ada bagian yang kurang biak.

 

Menyikapi perubahan moral anak di zaman teknologi ini, orang tua mari kuatkan keimanan dan ketaqwaan. Berikan tauladan ketauhidan kepada sang anak, bapak ajak anak lelakinya shalat ke masjid, ibu ajak anak perempuannya ke majlis taklim, dan orang tua bangunkan pagi anak untuk beribadah, ajak anak bersedekah di lingkungan miskin, berilah hadiah anak atas prestasinya dan berilah hukuman anak bila ia tersalah, dan yang utama adalah doakan anak kita dalam sujud terakhir dalam setiap shalat dengan sebaik-baiknya doa. “Katakanlah Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat) itu hanya ada pada Allah SWT” (Q.S Al-Mulk 26).

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.