PJJ YANG DIALOGIS ATAU PESIMIS

 

 

Arbi zulham

 

Pandemi telah mengubah pola belajar anak dan proses pembelajaran di sekolah, guru-guru “dipaksa” mencari teknik mengajar kreatif dan aplikatif. Tools berbasis digital pun menjadi keniscayaan bagi penerapan proses belajar jarak jauh yang sekarang digadang menjadi opsi unggulan pembelajaran kontributif dalam pemutusan penularan virus Coronavirus Disease (Covid-19). Sekolah sebagai lembaga pendidikan perlu mengambil peran dialogis pada orang tua siswa untuk menciptakan model pendampingan anak dalam penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga sesuai dengan harapan  yang direncanakan kurikulum sekolah.

 

 

Pandemi mau tak mau membuat  orang  tua terlibat aktif dalam proses belajar anak secara langsung. Perubahan gaya belajar anak yang  baru dan sangat lekat dengan teknologi membuat orang tua dituntut menyesuaikan diri. Dalam proses adaptasi, orang tua mengalami banyak kesulitan dan mengakibatkan proses belajar anak kurang maksimal.

 

Ketidaksiapan orang tua mendampingi anak dalam masa belajar jarak jauh dapat diidentifikasi dari beberapa hal, yakni orang tua mengalami kesulitan memberikan pemahaman kepada anak bahwa rumah adalah pengganti sekolah sebagai tempat belajar, orang tua sulit menyesuaikan jadwal belajar anak dengan jadwal aktivitasnyaa sehari-hari, dan orang tua belum memahami materi belajar anak sehingga sulit membantu anak memahami pelajaran. Kondisi tersebut berimbas pada anak saat menjalani PJJ.

 

 

Sekolah sebagai lembaga yang memiliki sistem dan kurikulum pendidikan secara formal harus mampu melihat situasi ini dan menciptakan strategi dialogis dan sinergis sehingga sekolah dan keluarga dapat menciptakan pola PJJ terukur, aman, dan nyaman. Sekolah memiliki kemampuan membuat strategi-strategi dan modul-modul PJJ terintegrasi dengan sistem belajar sekolah yang ada. Dengan demikian, anak dapat memahami dan merasakan sedang dalam ruang dan waktu belajar sebagaimana di sekolah. Kemudian, orang tua memahami metode-metode apa saja yang digunakan saat mendampingi anak melakukan PJJ sehingga pendampingan orang tua terukur dan dapat meminimalkan kekerasan terhadap anak.

Komentar

komentar