Pertolongan Allah Datang Melalui Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Oleh: Syarifah

Tahun 2014  tepatnya malam ke-20 di bulan  Ramadhan, aku begitu terperanjat luar biasa manakala yayasan menyebut namaku sebaga kepala sekolah di MI Al Fatah menggantikan kepala sekolah sebelumnya . Setelah buka bersama dilanjut dengan sholat isya berjama’ah, kami seluruh guru dari PAUD – Madrasah Aliyah memang dikumpulkan oleh yayasan  tetapi aku tidak menyangka jika malam itu adalah malam  pergantian kepala sekolah.

Terasa lemas seluruh tubuhku, bingung bercampur sedih kurasakan. Bagaimana tidak, selama ku mengabdi menjadi seorang guru, Tak terbetik sedikitpun dalam fikiranku untuk menjadi seorang kepala sekolah. Tetapi aku punya prinsip, jika amanah telah dilimpahkan maka aku akan berusaha maksimal menjalankan amanah tersebut.

Kucoba menjalankan tugasku dengan berbekal ilmu manajemen pendidikan yang kudapatkan dibangku kuliah S2 yang sampai sekarang belum kuselesaikan. Ternyata, ilmu dibangku kuliah berbeda dengan kondisi riil yang kuhadapi. Begitu tertatih-tatih aku menjalankan tugas tersebut karena aku  belum pernah mengikuti diklat kepala sekolah, belum pernah bertugas sebagai kepala sekolah dan belum pernah mendapat bimbingan menjadi sorang kepala sekolah. Kuibaratkan diriku saat itu sebagai seorang yang berlayar tanpa tau arah dan tujuan yang pasti.

Kudekatkan diriku pada sang kuasa, kumohon kemudahan dan pertolonganNya. Tak kusangka, pertolongan Allah begitu dekat, bulan Agustus 2014 Allah mengutus  Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa untuk membantuku.  Di bulan itu, makmal pendidikan mengadakan kerjasama (MOU) kelas menulis dengan sekolahku, dan dari situlah perubahan  dimulai. Pelatihan untuk guru-guru kami dapatkan dari mulai pelatihan strategi menulis, manajemen kelas, menjadi guru kreatif, POBK ( penilain otentik berbasis kelas), display kelas, sampai dengan pelatihan Manajemen Optimalisasi Sekolah khusus untuk kepala sekolah.

Tak hanya itu  yang kami dapatkan, sekolahku juga mendapat bantuan refurbish hingga kami memiliki kelas yang bisa difungsikan sebagai aula, ceruk ilmu beserta buku-buku bacaan, papan display dan bahan-bahan untuk mendisplay kelas. kemudian berlanjut dengan hadirnya pendamping sekolah selama 5 bulan, berlanjut dengan MOU sekolah model. Melalui sekolah model 2 orang guru kami yaitu bu Himah Amiroh, S.Pd dan bu Siti Lulu Syfa, S.E mengikuti kuliah Eksekutif Class selama satu bulan di Sekolah Guru Indonesia, aku pun menadapat fasilitas untuk mengikuti kuliah School Of Principal selama dua minggu di Sekolah Guru Indonesia. Tahun berikutnya satu orang guru yaitu bu Wiwik Ira Susanti, S.E juga mengikuti kuliah Eksekutif Class. Melalui pelatihan-pelatihan yang kami dapatkan, ditambah dengan perkuliahan yang diikuti oleh 3 orang guru, maka pembelajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional perlahan mulai terlihat PAIKEM nya meskipun belum semua guru bisa melakukannya.

Setelah itu terjadi  masa tenggang cukup lama. Ku kira sudah terputus kerjasama dengan makmal, tetapi secara tiba-tiba aku ditelephon oleh makmal pendidikan dan akan melanjutkan MOU Sekolah Literasi Indonesia.

Begitu mendengar kata Literasi, Asa ku semakin besar, seakan pintu – pintu kebaikan dan kemudahan makin terbuka lebar karena yang aku tahu kata Literasi sangat erat kaitannya dengan membaca, menulis dan komunikasi. Membaca merupakan hal penting yang telah Allah perintahkan kepada Rasul Nya melalui wahyu pertama yang berbunyi “Iqra”. Sedangkan menulis, sejarah membuktikan bahwa ulama-ulama terdahulu meninggalkan ilmunya melalui tulisan, sebut saja imam Ahmad dengan Musnad nya, imam Syafi’I dengan Al Umm, imam Malik dengan Al MUwatha, ibnu Hajar Al Asqolany dengan Fathul Bari nya dan banyak ulama-ulama lainnya dengan hasil karyanya masing-masing.

MOU Sekolah Literasi Indonesia berakhir bulan Januari . Aku pasrah pada Allah akan berlanjut atau tidak, tetapi ternyata kebaikan masih berpihak kepada kami, MOU Sekolah Literasi Indonesia 2 berlanjut kembali di bulan Februari bahkan ada undangan untuk mengikuti Konferensi Nasional Kepala Sekolah se-Indonesia. Tak terbayangkan bahagianya saat itu karena aku yakin dengan ikut konferensi tersebut pasti banyak hikmah dan ilmu yang kudapatkan. Ternyata, apa yang kuprediksi benar adanya bahkan lebih dari apa yang kubayangkan. Tak ada kata yang patut ku ucapkan selain ucapan terima kasih kepada Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, semoga keberadaannya senantiasa bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkan.

 

Komentar

komentar