Persepsi Guru Honorer se-Jabodetabek Terhadap Profil Guru Berkarakter dan Masalah Guru

Asep Sapa’at
Direktur Sekolah Guru Indonesia – Dompet Dhuafa
syafaat_makmalian@yahoo.com, syifa.wardha@gmail.com

Abstrak

Maraknya sikap dan perilaku peserta didik yang tidak berakhlak mulia & berbudi pekerti luhur bisa menjadi penanda bahwa pendidikan karakter belum optimal diterapkan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, guru harus mampu membentuk persepsi diri sekaligus membina dirinya agar menjadi sosok yang berkarakter sebagai seorang pengajar dan pendidik. Konsekuensi logisnya, guru harus konsisten melakukan proses perbaikan diri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya sebagai insan yang berkarakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakter yang harus dimiliki guru serta beragam masalah yang kerap dihadapi guru dalam menjalankan kinerjanya. Subjek dari penelitian ini adalah 371 guru honorer se-Jabodetabek. Ada 3 temuan penting dari penelitian ini, di antaranya:

(1) guru dengan pengalaman mengajar kurang dari 10 tahun dan lebih dari 10 tahun memiliki persepsi yang sama terkait 5 karakter utama yang harus dimiliki guru, yaitu disiplin, tanggung jawab, jujur, kreatif, dan kasih sayang;
(2) guru dengan pengalaman mengajar kurang dari 10 tahun memiliki 5 masalah utama sebagai guru, yaitu menangani siswa slow learners, keterbatasan fasilitas sekolah, menangani jumlah siswa yang banyak, beban kerja administrasi, dan menangani perbedaan individu siswa;
(3) guru dengan pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun memiliki 5 masalah utama sebagai guru, yaitu menangani siswa slow learners, menangani perbedaan individu siswa, menangani jumlah siswa yang banyak, mengatasi beragam siswa yang berbeda budaya dan latar belakang keluarga, serta membangun komunikasi dan relasi dengan orang tua siswa. LPTK sebagai lembaga penghasil guru seharusnya memiliki data lapangan mengenai masalah utama yang kerap dihadapi guru dan karakter yang mesti dimiliki guru. Data ini dapat dijadikan rujukan bagi LPTK dalam mendesain dan mengimplementasikan kurikulum pembinaan guru yang berbasis pada penanaman nilai-nilai karakter guru sekaligus membekali pemahaman mengenai strategi-strategi dalam memecahkan masalah di dunia nyata.

Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Karakter Guru, Masalah Guru

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.