Perpustakaan Ramah Anak Kamboja

Oleh: Roro Ida Wardatul Mahmuda

 

Membaca buku cerita bagi sebagian anak-anak SDN Lebakwangi merupakan sesuatu yang mahal karena sulitnya mendapatkan buku-buku cerita yang membuat nyaman ketika mereka membacanya.  Hanya buku pelajaran saja yang mereka baca, buku pelajaran yang lusuh, sudah ditekuk sana ditekuk sini, kehujanan lalu halaman satu dengan halaman lain berhimpit.

Suatu ketika, kami mendapat “bantuan”.  Ada empat mahasiswa Sekolah Guru Indonesia yang membawa semilir kecil perubahan. Sangat penting menumbuhkan minat baca pada anak, maka kami melakukan kunjungan ke Perpustakaan Pusat Sumber Belajar (PSB) Dompet Dhuafa, anak-anak sangat antusias sekali, mata mereka berbinar melihat buku-buku yang tertata rapi dan bagus-bagus.

Terbayang, andai kami memiliki perpustakaan terawat dan tertata baik seperti itu, alangkah senang hati anak-anak SDN Lebakwangi. Rupanya itu sebuah doa, doa untuk memiliki sebuah perpustakaan. Alhamdulillah doa kami terkabul, perpusatakaan SD kami menerima manfaat berupa sebuah perpustakaan yang ramah anak. Ketika menerima manfaat, banyak prosedur yang harus kami lalui, perlahan tapi pasti semua diikuti, mulai dari verifikasi, workshop tahap satu, pembukaan perpustakaan, workshop tahap dua, dan beberapa monitoring yang membuat kami tumbuh. Tidak hanya sekadar tumbuh, kami ingin kokoh. Adalah seorang perempuan bijak bernama ibu Nurmidah Gultom, Kepala Sekolah SDN Lebakwangi, yang mengawal agar Perpustakaan Ramah Anak selalu kokoh. Satu persatu guru dirangkul untuk memakmurkan Perpustakaan Ramah Anak.  Anak-anak didorong, diberi semangat agar rajin membaca didampingi para guru guru hebat di SDN Lebakwangi. Setiap pagi beliau berkunjung ke perpustakaan dan anak-anak selalu antusias untuk datang, datang dan datang lagi.  Namun, ketika kami baru merangkak, tugas baru menanti ibu Nurmidah Gultom menjadi guru di sekolah lain.

Siapapun pemimpinnya, Perpustakaan Ramah Anak Kamboja, harus tumbuh, harus kokoh, dan berjalan. Evaluasi, di hari titik titik, menyadarkan kami, untuk berbenah, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki. Waktu 5 hari untuk berbenah, kami lakukan. Para guru bahu membahu menata administrasi yang terlupakan. Sambil melayani waktu kunjung perpustakaan, tantangan perbaikan terjawab dengan baik. Juni 2016 adalah awal Perpustakaan Ramah Anak Kamboja di SDN Lebakwangi bertumbuh. Semoga 1000 tahun lagi Perpustakaan Ramah Anak Kamboja tetap kokoh. Bagai beringin yang menaungi anak anak dari panasnya matahari. Lestarilah Perpustakaan kami.

Setiap anak suka membaca. Namun, jika kita memberi bacaan yang tidak sesuai dengan jenjangnya maka dia akan berpikir dirinya tidak dapat membaca. Bimbing anak temukan jenjang bacanya, maka anak akan mau membaca sering membaca senang membaca di sekolah maupun di rumah.

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.