Perpisahan Guru Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Dompet Dhuafa

IMG-20170207-WA0013

Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia melaksanakan pisah sambut antara Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia yang baru dengan Guru Konsultan yang sudah mengabdi selama setahun di sekolah Fillial SDN 12 Sokop. Pisah sambut tersebut dihadiri oleh beberapa elemen diantaranya bapak Rosdaner, Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti; bapak Mazlan, Kepala UPTD; bapak Paino, Kasubag Umum; bapak Udir, Kepala Desa Sokop; bapak Nardi, Kepala Dusun; Sutisno, Kepala Sekolah SDN 12 Sokop; ibu Riyati, Pengelola sekolah Fillial SDN 12 Bandaraya beserta bapak/ibu wali murid dari siswa.

Semua pihak yang hadir pada acara pisah sambut tersebut sangat berterima kasih atas perjuangan yang telah dilakukan oleh dua orang Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa yakni ibu Siti Kurniawati dan Kitty Andriany. Kini perjuangan mereka akan dilanjutkan oleh Konsultan Relawan yang baru yaitu bapak Redovan Jamil dari Padang. “Bapak Jamil sudah mendapatkan pendidikan khusus selama satu bulan di Bogor. Selama di Bogor ia digembleng dengan berbagai materi pendidikan untuk meningkatkan pendidikan anak-anak Desa Bandaraya,” ujar bapak Zayd Syaifullah, Manajer Pengembangan Mutu Pendidikan.

Ibu Siti dan Kitty telah mengabdikan diri sepenuh hati untuk pendidikan anak-anak di Desa Bandaraya. Anak-anak yang tadinya tidak mau bersekolah dan tidak memiliki semangat akhirnya memiliki keinginan untuk bersekolah, bahkan saat ini mereka sudah aktif dalam proses pembelajaran.

Kepulangan para srikandi pendidikan itu membuat warga Bandaraya bersedih. Saat kedua srikandi tampil membawakan puisi dan bernyanyi, semua siswa dan wali murid yang hadir kala itu menangis penuh haru. Mereka merasa kehilangan atas kepergian ibu guru Kitty dan Siti dari Desa Bandaraya.

“Kami bukan pergi. Hati kami masih tetap di sini bersama bapak dan ibu serta para siswa. Jangan tangisi kepergian kami, kami harapkan semua ilmu yang kami berikan bermanfaat untuk ibu bapak berserta anak-anak kami,” ucap Siti Kurniawati beruarai air mata.

IMG-20170207-WA0015

Selain mengajar anak-anak Desa Bandaraya, kedua srikandi pendidikan itu juga mengajar kelas buta aksara untuk ibu-ibu yang belum bisa membaca. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan di hari Selasa dan Kamis pukul 14.00 WIB. Ibu-ibu Bandaraya merasa yang dilakukan oleh Ibu Guru Siti dan Kitty sangat bermanfaat bagi mereka, mereka merasa kehilangan dan juga merasa bersyukur.

“Ibu Guru Siti dan Kitty adalah guru yang baik dan sabar untuk mengajari kami. Mereka telah mengubah pola pikir kami yang primitif menjadi lebih baik lagi,” ucap salah satu ibu yang hadir kala pisah sambut itu. Sebenarnya suasana haru itu juga dirasakan oleh bapak Zayd, Jamil, dan Dede mereka semua terkagum-kagum dengan perjuangan yang dilakukan oleh kedua srikandi pendidikan Bandaraya, sekarang tanggung jawab mereka akan dilanjutkan oleh bapak Jamil. Ia berjanji akan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Ia berharap Yang Maha Kuasa selalu menuntun niat baiknya tersebut. Aamiin.

IMG-20170207-WA0014

Komentar

komentar