Perahu Literasi

IMG-20170908-WA0000

“Pak, nanti jadi ikut pulang kan?” tanya seorang anak ketika jam pelajaran hampir usai. Anak-anak dari dusun sebelah yang setiap hari harus menyusuri anak sungai Kapuas menggunakan perahu kecil untuk mencari ilmu ke sekolah yang berada di desa. Mereka sudah hapal jadwal rutinku untuk berkunjung ke dusun sebelah, melihat langsung perkembangan yang telah mereka lakukan di dusunnya setelah mendapat tugas mengembangkan Literasi. Anak-anak Dusun Kejering yang setiap Minggu membawa buku yang mereka pinjam dari perpustakaan sekolah untuk dipinjamkan ke anak-anak Dusun Kejering mulai dari tingkat sekolah dasar sampai warga guna meningkatkan minat baca di dusun mereka. Perahu Literasi kami menyebutnya, perahu yang membawa buku-buku tersebut sampai ke pelosok Kalimantan Barat yang dibawa oleh anak-anak yang “haus” sekali membaca. Terkadang mereka harus bolak-balik lagi ke desa karena buku yang dibawa sudah habis dibaca.

Terkadang mereka bertukar ide saat perahu melaju, bertukar pengalaman dari buku yang telah mereka baca. Ada rasa bangga tersendiri melihat perkembangan yang terjadi sekarang. Masih jelas teringat oleh ku dulu ketika seorang anak bertanya di dalam perahu, “pak, Literasi kati pak (apa pak?)? Terasi sama nda pak? (Sama seperti terasi gak pak?). Kami pun tertawa bersama, memang kata-kata Literasi banyak membuat orang bertanya apa itu Literasi dan mengapa harus Literasi.

Minat baca yang rendah diantara negara-negara lain menjadi tolak ukur mengapa Literasi di negara ini harus terus berkembang dengan “seadanya”. Budaya literasi yang harusnya dikembangkan dari kecil dirasa mustahil apalagi makin ke pelosok negeri. Sakit menahun yang tak mungkin hilang dengan minum obat sekali tegukan kecuali Allah berkehendak.

Perahu Literasi mungkin hanya salah satu “obat” penyembuh rasa rindu anak-anak di pelosok untuk membaca buku. Masih banyak hal-hal yang harus dilakukan untuk mengembangkan Literasi untuk negeri. Mari memulai dan melanjutkan, karena Literasi bukan sekedar “terasi” yang menjadi sekedar penyedap, tapi Literasi adalah sesuatu yang harus ditanamkan dari hati untuk mencerdaskan bangsa ini.

Selamat hari Literasi Internasional,
Salam dari Kapuas Hulu,
Agung Rakhmad, S.T.

Komentar

komentar