Pentingnya Guru Meningkatkan Kemampuan Diri. Sebuah Catatan Perjalanan KAWAN SLI Angkatan 2

Pentingnya Guru Meningkatkan Kemampuan Diri. Sebuah Catatan Perjalanan KAWAN SLI Angkatan 2

 

CIANJUR – Sekolah Literasi Indonesia (SLI) merupakan salah satu program Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yang berkonsentrasi pada pendampingan dan penginisiasian sekolah di berbagai daerah di Indonesia. Tahun 2018 menjadi tahun kedua program ini dilaksanakan oleh Makmal Pendidikan. Para pendamping dan penginisiasi program, KAWAN (Konsultan Relawan), diberi pembinaan selama dua bulan (Juli hingga Agustus 2018). Dalam pembinaan, Kawan SLI angkatan 2 memeroleh berbagai materi yang mendukung profesionalisme KAWAN. Selain pembelajaran dalam kelas, KAWAN SLI juga melakukan minitraining yang disebut PKS (Praktik Konslutan Sekolah).

PKS KAWAN SLI dilaksanakan di tiga sekolah yang tersebar di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Kegiatan PKS ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada KAWAN SLI agar dapat mempersiapkan diri sebelum nantinya diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra Dompet Dhuafa. Dalam kegiatan PKS ini, KAWAN SLI akan belajar untuk mendampingi pengelolaan manajemen sekolah dan membantu sekolah merumuskan rencana strategis sekolah. Selain itu, KAWAN SLI juga akan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai sarana untuk mendedikasikan diri pada lingkungan masyarakat. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh Bapak Abdul Khalim, Manajer Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa dalam Pembukaan PKS yang dilaksanakan pada Rabu (25-07).

PKS dilaksanakan mulai 25 Juli hingga 10 Agustus 2018, kegiatan ini menjadi ajang peningkatan profesionalitas dan pengembangan diri KAWAN SLI. Dalam kegiatan PKS, KAWAN SLI dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing akan mendampingi MI Darul Huda Gadog, MI Al Ikhlas Gunung Putri, dan SD Negeri Cibodas.
Untuk menambah makna dalam kegiatan PKS, KAWAN diajak mengikuti pelatihan 5R dan Ramah Hijau yang disampaikan oleh Aang Hudaya, Founder Komunitas Konmari Indonesia. Pelatihan ini diikuti oleh Kawan SLI dan perwakilan guru dari ketiga sekolah dampingan. Diharapkan PKS dapat memotivasi Kawan SLI dan guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, dan nyaman di sekolah masing-masing; diharapkan juga para peserta mampu mendorong guru untuk mengaplikasikan konsep 5R dalam penataan benda-benda di ruang kelas dan sekolah agar seluruh warga sekolah nyaman dalam melaksanakan setiap kegiatan sekolah akan selalu terjaga.

Komentar

komentar