Pengalaman Bersama Duta Gemari Baca 2016

Oleh: Atika

“Kalau ingat 18 September 2016 yaaaa? Hmm hanya ada satu kata, AMAZING!”

Namaku Atika, aku merupakan Duta Gemari Baca 2016, aku terpilih dari sekian banyak peserta yang mendaftar kala itu. Selama menjadi Duta banyak hal kupelajari, salah satunya mengedukasi masyrakata akan pentingnya membaca buku.

Saat tahu kalau para Duta mau terjun ke masyarakat  aku sudah membayangkan kalau acara ini bakal seru banget, aku masuk ke kelompok drama dan Alhamdulillah diberikan kepercayaan untuk men jadi penulis naskah. Jujur menulis naskah membuatku deg-degan dari mulai penugasan awal di Pusat Sumber Belajar Komunitas (PSBK) , pas Lebaran Haji, pas sekolah, sampai pagi ketika hari H acara. Kalau kata lagu aku GEGANA (GElisah, GAlau, meraNA)  hehe. Aku takut naskah yang kubuat tak sesuai  harapan Duta yang lain, takut klimaksnya tak maksimal, takut nilai moralnya kurang, ah pokoknya semuanya membuatku kepikiran. Sebelum naskah dramaku dittampilkan, H-1 aku latihan kecil-kecilan bersama Jinggan, Vikram, dan Azmi di PSBK.  Banyak momen seru yang membuat kami terpingkal sembari menyiapkan properti untuk hari H, kami juga dibantu kak Eko dan kak Hani membuat rumput yang sayangnya mirip selada hihihi.

Hari besar yang ditunggu datang juga, hari di mana aku akan turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan #GemariBaca di Jalan Duren, Pancoran Mas, Depok. Matahari akhirnya muncul juga walaupun malu-malu bersembunyi dibalik awan mendung. Pagi-pagi aku sudah berangkat dari Cirendeu bersama Jinggan dan Meidyana, niat berangkat pukul 6 namun harus kandas karena gerimis, belum lagi kami  tersasar karena mencari  Jl. Duren, momen yang membuatku tersenyum-senyum sendiri.

Sesampainya di lokasi kakak-kakak PSBK dan kawan-kawan Duta telah  sampai duluan dan kami segera bersiap untuk pementasan drama, properti sudah lengkap semua, tinggal wajah kami saja yang belum dipoles, kak Hani dan kak Akhie bertugas menjadi penata rias pagi itu dan hasilnya jempol banget deeeh. Setelah selesai kami pemanasan terlebih dahulu dan  akhirnya aku dan kawan-kawan Duta tampil. Aku senang melihat ekspresi adik-adik kala itu, wajah mereka senang sekali, padahalkalau diingat-ingat aku dan yang lain tidak memiliki banyak waktu untuk latihan. Aku berharap mereka menangkap nilai-nilai dari drama tersebut.

Selesai pentas aku ke lapangan untuk membantu Jinggan, kak Nisa, Qillah, dan Vikram. Aku tak menyangka kalau anak-anak memiliki energi luar biasa hebat dan mereka sangat antusias dengan lomba yang kami adakan.  Vikram dan kak Jais seketika menjadi primadona diantara anak-anak perempuan, aku hanya bisa tertawa. Aku kaget  karena adik-adik ini ketagihan dan tidak mau pulang, ada juga yang berkelahi karena mau menggandeng tanganku. Duuuh aku tersipu malu karena jadi rebuutan hehehe :3

Jam 1 kami kembali ke mushola setelah beristirahat dan shalat, nah ini yang paling melekat dipikiranku. Ketika kegiatan menggambar dimulai aku dan Meidyana duduk di samping anak-anak yang semangatnya luar biasa, persis di sampingku ada anak ber nama Nuri, dia menarik-narik bajuku sedari di lapangan. Anaknya lucu karena ia ingin sekali aku yang menggambar untuknya ketika lomba,padahal jelas sekali aku dilarang membantu peserta lomba, tapi karena kasihan akhirnya aku gambari juga. Namun baru saja membuat  lingkaran yang agak miring ia langsung ngambek dan tiba-tiba duduk membelakangiku seraya berkata “ih kakak mah gambarnya jelek, udah sini  aku saja yang gambar”.  Duh sakitnya tuh di sini,  malu tapi pengin tertawa keras.

Over all aku seneng banget bisa mendapatkan banyak pengalaman yang luar biasa, bisa berkenalan dengan remaja-remaja karang taruna di sana juga, dan yang terpenting bisa memperkenalkan literasi kepada masyarakat secara langsung. A million thanks to kakak-kakak PSB, Makmal Pendidikan, dan kawan-kawan Duta Gemari Baca. Rasanya sungguh manis  pengalaman ini, aku jadi semangat buat belajar lebih lagi.

 

IMG_3578

IMG_3765

Cover (2)

Komentar

komentar