Pendidikan yang Menghasilkan Para Pembelajar Sejati

Oleh: Rina Maryana, Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia

Seorang pembelajar sejati merupakan individu yang senantiasa belajar sepanjang hidupnya (life long learner). Makna belajar di sini tidak terbatas pada pendidikan melalui sekolah formal atau lembaga pendidikan tertentu, melainkan lebih pada makna belajar secara luas. Aktivitas belajar meliputi semua hal yang dilakukan seorang individu dalam mengarungi kehidupannya melalui berbagai hal yang ia temukan selama hidupannya misalnya belajar dari pengalaman baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain yang ia ketahui, belajar dari peristiwa yang ada dilingkungan sekitarnya, dari orang-orang yang ditemui, dan dari banyak hal lainnya. Proses belajar ini menggunakan seluruh indera perasa yang ia miliki melalui apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dirasa, dan seterusnya.
Salah satu tujuan utama pendidikan yaitu membentuk individu menjadi seorang pembelajar sejati. Hal ini berarti keberhasilan proses pendidikan bisa dilihat dari karakter individu yang dihasilkan bisa senantiasa belajar sepajang hayatnya. Sebaliknya, kegagalan sebuah pendidikan adalah ketika individu yang dihasilkan justru berhenti belajar, baik itu karena sudah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki, sudah merasa pandai atau bahkan merasa tidak butuh lagi belajar. Padahal proses belajar ini seharusnya tetap berlangsung secara terus-menerus sepanjang hidup manusia.
Keluarga dan (atau) sekolah memiliki peran penting dalam proses pembentukan individu yang berjiwa pembelajar sejati, karena seorang anak pertama kali mendapatkan pendidikan di keluarganya dan juga di sekolah. Orangtua dan guru sebagai pendidik harus mampu membuat anak senang belajar, sehingga ia dapat mengembangkan kemampuan dan bakatnya secara optimal. Orangtua dan sekolah bertanggung jawab untuk menumbuhkan kecintaan anak untuk belajar sehingga ia termotivasi untuk terus mencari tahu, tidak pernah puas dengan ilmu yang diperolehnya, serta memiliki sikap kerja keras dan pantang menyerah dalam mempelajari sesuatu.
Kecintaan anak untuk belajar tidak muncul begitu saja, tetapi harus diusahakan oleh para pendidik (orangtua maupun guru) yaitu dengan cara memberikan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) dan melibatkan anak secara aktif sehingga pelajaran yang ia dapatkan dari proses pembelajaran tersebut bisa lebih bermakna. Dengan begitu anak akan lebih mudah mengerti dan hal ini akan dapat meningkatkan daya minat anak sehingga akhirnya ia akan bersemangat untuk terus mempelajarinya.

 

Komentar

komentar