Pendampingan untuk Inovasi

Seorang guru tidak boleh pasif. Dia harus selalu kreatif menambah wawasan dan inovasi baru agar kaya khasanah ilmu pengetahuan; agar ia selalu energik dalam membimbing serta mengarahkan peserta didiknya. Saat ini banyak inovasi untuk memperbaiki metode dalam proses pembelajaran yang dapat diakses oleh para guru, baik melalui multimedia, lingkungan, maupun potensi yang dimiliki oleh guru untuk memberdayakan dirinya. Jadi, guru tidak boleh berpuas diri dengan hasil yang diperoleh dalam waktu sesaat.

Saya bersyukur memperoleh penyegaran kembali sebagai seorang guru setelah dua dekade lebih menekuni profesi ini. Banyak persoalan dan pernik-pernik permasalahan sebagai guru yang saya alami. Kadang permasalahan tersebut ada yang dapat saya selesaikan dengan baik, namun tidak sedikit pula persoalan yang sangat sulit saya selesaikan lantaran karakter siswa dan latar belakang budaya berbeda serta kurangnya kepedulian lingkungan terhadap dunia pendidikan.

Dengan pengalaman-pengalaman yang diperoleh, lambat laun permasalahan bukan menjadi hambatan bagi saya. Justru sebaliknya, menjadi suatu tantangan yang menarik untuk mengembangkan kreativitas jati diri saya sebagai seorang guru untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan bijak.

Saya berprinsip bahwa guru bukan hanya untuk para siswa di sekolah, namun lebih dari itu guru harus dapat menjadi suri teladan di lingkungan masyarakat luas.

Saya bersyukur bisa mengikuti Program Pendampingan Sekolah yang diadakan oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Saya memetik banyak pengetahuan dan pengalaman untuk pembelajaran di kelas dan masyarakat. Sebuah suplemen baru bagi saya yang mungkin telanjur menikmati metode lama.

Adanya pendampingan menjadikan saya optimis bahwa ke depan saya mengajar siswa bukan hanya dalam mengejar keberhasilan pengetahuan semata, tapi juga membimbing, melatih, dan mengarahkan mereka agar menjadi manusia yang seutuhnya, yakni anak yang berpengetahuan, cerdas, terampil, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, mereka kelak berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara ini.

Saya sangat berterima kasih kepada Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yang telah memberikan fasilitas-fasilitas dan pelatihan-pelatihan berikut pendampingnya sehingga menambah banyak pengalaman bagi saya pribadi. Sekali lagi, semuanya akan saya jadikan sebagai motivasi agar saya tetap bersemangat dan selalu eksis dalam berkreasi dan berinovasi untuk perubahan yang lebih baik.

 

Imam Safi’i

Guru Sekolah Cerdas Literasi SD Inpres 44 Klamalu, Sorong, Papua Barat

Komentar

komentar