Pelatihan Guru Untuk Sekolah MIS Kec. Lembor

lembor

Dua konsultan pendidikan Dompet Dhuafa Pendidikan menjadi pemateri dalam pelatihan guru kerjasama sekolah MI Jabal Nur dan Dompet Dhuafa Pendidikan.

Pelatihan merupakan salah satu usaha pengembangan kapasitas sumber daya keguruan  yang dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu belajar mengajar guru-guru yang ada di Kecamatan Lembor. Pelatihan juga merupakan salah satu forum untuk mengenalkan sesuatu pendekatan yang baru, baik itu pendekatan belajar mengajar maupun pengelolaan sekolah.

Di samping bahan pelatihan yang harus disiapkan secara baik, yang tidak kalah pentingnya daripada pelatihan itu sendiri ialah program atau kegiatan pendampingan yang harus senantiasa ditindaklanjuti setelah pelatihan selesai dan menjadi PR besar bagi 2 guru Sekolah Guru Indonesia.

Pelatihan PAIKEM dan tematik kontekstual ini merupakan hal yang mendasar yang perlu dikuasai oleh seorang pendidik sebab akan menentukan kualitas guru dalam mengajar apakah mampu memberikan pembelajaran aktif atau pasif, itu beberapa hal yang mendasar kenapa pihak sekolah MI Jabal Nur  dan Dompet Dhuafa Pendidikan mengadakan pelatihan untuk guru-guru pada Selasa-Rabu (15-16/03) di Sekolah MI Jabal Nur.

Pelatihan diadakan selama dua hari materi pertama tentang pembelajaran PAIKEM   dibawakan oleh trainer pendidikan dari Dompet Dhuafa Pendidikan yaitu Sumarni, S.Pd dan materi kedua tentang tematik kontekstual dibawakan oleh  Rokhani, ST, trainer dari Dompet Dhuafa Pendidikan juga. peserta pelatihan guru-guru dari sekolah MI Jabal Nur sendiri dan delegasi dari sekolah-sekolah lain seperti MI AL-Muhajirin, MI Nurul Huda, MI An-Nur Buruk dan beberapa sekolah lainnya, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 23 peserta.

Pada Rabu (15/03) turut hadir Yustinus Juanu, A.Ma, Pengawas UPTD Kec. Lembor yang sekaligus membuka acara pelatihan dan beliau begitu bangga dengan pelatihan yang diadakan oleh Sekolah Guru Indonesia (SGI). “Saya bangga karena diselenggarakan kembali tentang pengelolaan pembelajaran di kelas sehingga harapan saya dengan adanya pelatihan ini akan menambah kompetensi dan kemampuan guru dalam mengajar yang menyenangkan sehingga siswa dapat tertarik dan mau belajar realitas yang terjadi di sekolah-sekolah siswa ketika pulang sangat gembira tetapi saya pengin siswa itu merasa sedih ketika waktu jam pulang sekolah karena saking senang dalam belajar, banyak hal baru yang saya dapatkan ketika mengikuti pelatihan ini , saya ucapakan terimakasih kepada 2 guru SGI,“ kata yos saat memeberikan sambutan pembukaan seminar program Sekolah Literasi Indonesia

Demikian dikatakan H. Piama, Kepala MI Jabal Nur. “Kami sangat bangga atas kehadiran 2 guru Sekolah Guru Indonesia ini sehingga mampu membawa perubahan bagi guru-guru MI Jabal Nur maupun sekolah lain, dan insya Allah dari materi yang didapat dari pelatihan ini  akan coba diterapkan ketika mengajar dikelas,”  ujar Piama saat menutup acara pelatihan pada Kamis (16/03).

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.