Peduli Literasi? Majukan Bangsa, Ceriakan Hari

Oleh: Jinggan

Saya ingin membagi pengalaman selama menjadi peserta SANRASI 2016. Selama 3 hari kami belajar literasi bersama-sama. Sebelumnya saya belum pernah mengenal apa itu literasi, ini pengalaman pertama kali yang menakjubkan, awalnya saya dan teman-teman saya datang ke Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan untuk membuat kartu perpustakaan, di sana kami bertemu pak Luthfi. Dia yang memberikan informasi bahwa ada Pesantren Literasi  “Duta Gemari Baca”. Kami baru pertama kali mendengar LITERASI. Kami pun penasaran, lalu kami mendaftarkan diri, Alhamdulillah kami terpilih menjadi peserta SANRASI 2016. Di sana saya mendapatkan banyak teman baru yang sangat hebat dan menginspirasi.

Pada hari pertama, kami berkumpul di Aula SMART. Di sana saya berkenalan dengan Cemot (boneka lucu) temannya kak Dian. Bukan hanya itu, di sana kami bermain games dan berkumpul dengan kelompok kami (yang sudah dipersiapkan sebelumnya). Masing-masing kelompok memiliki nama dari judul buku, ada Negeri 5 Menara, Hujan, Happiness Inside, dan kelompok saya yang diberi nama PULANG. Setelah berbagi kelompok, kami wisata sambil belajar ke Sindang Barang, yang terletak di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di sana kami disambut oleh Angklung Gubrak, permainan Lesung, dan Tari Jaipong. Saya dan teman-teman bertemu kepala adat di sana, yang bernama pak Ukat. Ia menjelaskan asal-usul Sindang Barang. Kami belajar banyak darinya, salah satunya filosofi egrang “lihat ke depan dan ke bawah. jangan melihat ke atas” dari filosofi tersebut saya belajar, lihatlah masa depan tanpa melupakan yang membutuhkan. Setelah bertemu pak Ukat, kami bertemu dengan wanita cantik yang sangat hebat,  ia bernama kak Hikaru. Ia berbagi tips dan trik & tata cara menulis buku dengan baik, mengatur emosi, membuat mood dan lainnya. Yang paling seru adalah saat dua orang berpasangan dan saling bertolak belakang. Orang pertama sangat senang ada acara literasi, dan orang kedua sangat sombong karena sudah mengetahui acara literasi. Kami melakukannya dengan baik , ketika acara selesai, kami pulang. Di perjalanan ternyata adzan  tiba dan kami buka puasa bersama di masjid itu pertama kalinya saya berbuka puasa bersama di masjid. Setelah itu kami pulang ke paviliun, kami beristirahat bersama, saya dan teman sekamar saya (Afiffah, Atika dan Meydi) tidak bisa tidur karena melihat susunan acara, bahwa besok ada challenge yang diberikan panitia. kami takut tidak bisa menyelesaikan challenge tersebut  tapi lama kelamaan kami tertidur juga.

Sahur menyambut hari kedua Pesantren Literasi, kami sahur bersama dan ibadah bersama. Pagi hari pukul 08.00 WIB kami berkumpul di PSB untuk brifing pelaksanaan outbond. Bermain sambil belajar, berkumpul bersama kelompok untuk menyelesaikan sebuah tantangan. Tantangan pertama, kami memancing pertanyaan yang telah dibungkus di dalam air. Di sana ada 5 pertanyaan dan kelompok PULANG menjawab semua pertanyaannya (Alhamdulillah). Kami mendapatkan lima kalimat puisi yang harus dirangkai, tantangan kedua tebak gambar, pertanyaannya lumayan menantang., namun kami hanya berhasil menjawab 3 pertanyaan dan kami mendapat 3 kalimat puisi untuk dirangkai. Tantangan ke-3 yang paling seru menurut saya, karena kami merangkak di gorong-gorong (seperti militer waaaawww), sayangnya kami hanya dapat menjawab 1 pertanyaan, kami hanya dapat satu kalimat puisi untuk dirangkai. Tantangan terakhir cukup menegangkan karena kami melempar dadu. Di tiap dadu ada pertanyaan tentang isi buku, yes kami berhasil menjawab 3 pertanyaan diseluruh games kami pun mendapat 13 kalimat puisi untuk dirangkai.

Hari tidak berhenti disitu saja, setelah bermain kelompok PULANG dan kelompok HAPPINESS INSIDE berkumpul bersama dan bertemu kak Ojan. Ia menjelaskan bagaimana menjadi seorang pendongeng yang menarik dan kak Hasta, untuk berlatih membuat puisi dan cara mengatur mimik saat berpuisi atau berteater. Lalu, kami berkumpul di PSB untuk cerdas cermat yang diberi nama “Kurma Literasi”. Alhamdulillah, kami dapat  melewatinya. Malamnya, ada challenge dari panitia untuk beraksi “Gempa Literasi” ini yang membuat saya dan teman sekamar saya tidak bisa tidur karena challenge dimainkan di atas panggung  kami deg-degan, Alhamdulillah ternyata kami semua dapat melewatinya dengan baik, kawan kami yang lain keren-keren ketika menyelesaikan challenge-nya. Saat challenge sudah selesai kami dibuat tidak bisa tidur lagi, karena besok kami harus berinteraksi dengan masyarakat khususnya usia TK-SMP. Kami takut, kalau tidak bisa berinteraksi dengan baik, maka dari itu kelompok PULANG merencanakan hanya 1,5 jam saja untuk sharing.

Hari ketiga sekaligus hari terakhir dimulai pukul 07.00 WIB, kami berkumpul di PSB untuk brifing pergi ke wilayah yang berbeda setiap kelompok. Kelompok PULANG kaget, karena banyak sekali anak-anak SD yang antusias sekali. kami merencanakan hanya 1,5 jam, tapi tanpa terasa kami menyelesaikannya dalam 3 jam. Ternyata kami terbawa suasana di sana, anak-anak di sana sangat lucu dan bersemangat. Sampai di penghujung acara ada yang menangis karena tidak ingin berpisah. “kakak, besok kita ketemu lagi ya. Terima kasih kakak”. Itu membuat saya tersentuh. Lalu kami kembali ke paviliun untuk beristirahat sebentar.  Pukul 13.30 WIB kami berkumpul di PSB untuk sesi refleksi dan penutupan. Saat itu, kami diberi beberapa kertas untuk menulis surat dan diberikan kepada siapa saja yang ada di sana untuk kenang-kenangan. Kemudian acara selesai dan kami kembai ke rumah masing-masing.

Ini pengalaman yang sangat merubah pola pikir saya. Pertama, hal yang harus dipersiapkan 2 bulan ternyata bisa dipersiapkan 2 jam. Kedua, saya menyadari bahwa sangat penting untuk membaca buku. bukan karena ingin pintar, tapi untuk menyelamatkan diri di dunia dan akhirat dan masih banyak lagi. Terima kasih untuk teman-teman dan panitia atas pengalaman, pelajaran, dan lainnya. Saya berharap kami akan mempromosikan ke masyarakat agar mencintai membaca minimal 7 buku dalam satu tahun. Ini sangat penting untuk wawasan lebih luas dan manfaat lainnya.

Terima kasih untuk kak Hani, kak Dini, kak Jampang, kak Eko, kak Nurul, kak Tegar dan yang lainnya. Semoga kita bisa berkumpul lagi aamiin.

Siapa Anda?  Peduli Literasi..

Cerdas literasi?  Kenapa Tidak…?

 

 

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.