Panggung Kampung Ala Dahu

dahuMasyarakat Kampung Dahu, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, sangat terhibur dengan persembahan yang diberikan oleh guru konsultan Dompet Dhuafa di malam tahun baru 2017. Sebuah persembahan berupa pertunjukkan yang diberi nama “Panggung Kampung”  dengan melibatkan anak-anak SDN Bantarwaru juga Guru Konsultan di dalamnya. Untuk menciptakan kemeriahan dalam pertunjukkan seni tersebut.  

Fitri Ayu Indriasari salah satu penggagas dari konsep “Panggung Kampung”, memberikan pernyataannya mengapa ia dan rekannya membuat konsep ini di malam tahun baru. Selain karena permintaan dari para warga juga karena bentuk kecintaannya pada anak-anak, yang telah menyukai dunia seni dan sastra. “Selama melalui perjalanan di tanah Sunda ini bersama dengan rekan saya. Saya merasakan rasa cinta dan kasih yang diberikan baik dari anak-anak maupun orangtua mereka dengan tulus. Perkembangan demi perkembangan terjadi pada anak-anak. Terutama dalam menyukai hal yang belum pernah ditunjukkan atau masih terpendam. Ketertarikan akan dunia seni dan sastra pada anak Kampung Dahu begitu tinggi. Darah seni dan sastra ternyata telah mengalir pada tubuh kecil mereka. Sehingga saya dan rekan saya memberikan wadah bagi kesukaan tersebut. Membebaskan anak-anak berekspresi,”  ujar Fitri (25) setelah kegiatan Panggung Kampung dipengujung acara Sabtu (31/12/2016).

Perayaan pergantian tahun baru merupakan kegiatan perdana yang terselenggara di Kampung Dahu Kecamatan Cinangka. Namun tidak sedikitpun mengurangi antusiasme masyarakatnya. Terlebih dengan dua buah pertunjukkan teater dan pembacaan puisi yang dibawakan oleh anak-anak dari kelas 1 hingga kelas 6 Sekolah Dasar. Dua buah pertunjukkan teater yang dikemas dengan sangat baik dan tentunya menarik. Karena setiap kali anak-anak mulai bertingkah sesuai dengan naskah. Gelak tawa pun pecah. Mulai dari anak-anak hingga orang tua larut dalam kegembiraan malam itu.

Ada juga yang menarik dari pertunjukkan teater pada malam tahun baru itu. Yakni pertunjukkan teater yang diperankan oleh anak-anak kelas 2 sampai 6 Sekolah Dasar. Yang mengangkat tema pilkada. Sebuah pertunjukkan dengan judul “Parodi Pilkadal” menjadi pembuka yang manis sebelum beranjak ke pertunjukkan lainnya. Konsep panggung sederhana tidak membuat penampilan anak-anak berkurang. Yang ada nilai estetika seni begitu terasa saat temaram cahaya dari obor jatuh pada wajah anak-anak yang sedang tampil. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu penonton bernama Iyus (28) yang sudah lama menanti-nanti waktu pertunjukkan tiba.

“Pertunjukkan teater Parodi Pilkadal telah membuat saya terpingkal-pingkal. Apalagi dengan tingkah yang diperankan Sahroni. Seorang dukun yang begitu ingin menjadi seorang Kepala Daerah. Dan kacaunya ternyata mereka yang berperan, yang terlihat sungguhan itu semuanya orang gila. Penonton tertipu. Juga saya.” Ujar Iyus (28) sambil tersenyum simpul saat kembali teringat dengan salah satu tokoh dalam teater “Parodi Pilkadal”.

Di akhir pertunjukkan seni Guru Konsultan Dompet Dhuafa memutarkan sebuah film keluarga. Sebuah film yang menambah khusyuk malam tahun baru di Kampung Dahu.

 

Penulis Siti Sahauni, Guru Konsultan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa #SekolahLiterasiIndonesia #SekolahGuruIndonesia penempatan di Bantar Waru Kec. Cinangka Kabupaten Serang, Banten.

 

Sumber: http://koranrumahdunia.com/2017/01/02/panggung-kampung-ala-dahu/

Komentar

komentar