Paikem Membuat Guru Semakin Cinta Mengajar

Oleh: Hani Karno
(Pendidikan untuk semua siswa. Lebih dekat melihat siswa)

PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) merupakan salah satu upaya yang diamanatkan oleh kurikulum. PAIKEM merupakan amanat dari kurikulum 2004 dan 2006 merupakan sebuah upaya untuk lebih mengakomodir keistimewaan individu -peserta didik sehingga mampu mengembangkan seluruh potensi yang ada pada dirinya. Hal tersebut sejalan dengan filosofi pendidikan yang mendasarinya yaitu upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik, potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis, guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan.

PAIKEM sendiri didasari dari perubahan paradigma positif yang memposisikan peserta didik sebagai subjek dan berlepas dari situasi yang membelenggu siswa pada posisi hanya sebagai objek pembelajaran. Konsekuensi dari hal tersebut adalah terciptanya sebuah karakteristik pembelajaran yang populer dengan istilah active learning. Merujuk pada pemikiran L. Dee Fink dalam sebuah tulisannya yang berjudul active learning, pembelajaran aktif terdiri dari dua komponen utama yaitu: unsur pengalaman (experience), meliputi kegiatan melakukan (doing), pengamatan (obeserving) dan dialogue, meliputi dialog dengan diri sendiri (self) dan dialog dengan orang lain (others). Dengan kata lain active learning dengan sendirinya mengikis pengkultusan akan keberadaan guru di kelas. Guru tidak lagi berperan sebagai sosok serba tahu dan dominan, sehingga kegiatan belajar mengajar melulu hanya menjadi ajang transformasi pengetahuan guru kepada murid.

Di lapangan, hal yang sering menjadi permasalahan ketika active learning dilakukan adalah seberapa besar guru mau untuk belajar. Ada kalanya guru menyerah karena satu kali percobaan yang gagal. Varian metode yang serba ajaib tidak jarang menjadi kontraproduktif karena kurangnya penguasaan akan metode tersebut hal tersebut diperparah dengan masih rendahnya budaya berbagi tips, rendahnya budaya tips ini bukan dilandasi perasaan enggan berbagi akan tetapi merasa diri kurang memiliki kualifikasi yang memadai untuk bisa membagi ilmu. Banyak hal yang bisa dilakukan jika Anda mau belajar, begitu para praktisi pendidikan memotivasi, active learning menuntut guru untuk amanah dengan tujuan pembelajaran yang tersurat di RPP, menuntut guru untuk berfikir ekstra keras merunut kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran bisa benar-benar efektif dan tidak menafikan situasi yang menyenangkan. Guru mengoptimalkan kegiatan awal dan mencuri hati siswa sehingga guru bisa memenangkan hati siswa.

Akan tetapi tentunya lagi-lagi ini bukan perkara instan yang langsung berhasil, guru harus tetap istiqomah dalam berusaha dan yang paling penting selalu memelihara sikap positif terhadap peserta didik dan dirinya.

Komentar

komentar