NGOBROL KEBANGSAAN ”Kepemimpinan diantara Dualisme Kekuasaan”

Saat ini kita telah memiliki presiden baru, selain wajah baru tentunya ada harapan baru yang diembankan kepada sang presiden. Beberapa waktu sebelum dilantiknya presiden RI Joko widodo, Rakyat Indonesia disuguhkan pertunjukkan persaingan diantara dua kubu koalisi KIH (Koalisi Indonesia Hebat) dan KMP (Koalisi Merah Putih) yang memperebutkan kursi kepemimpinan legislatif yang pada akhirnya dimenangkan oleh kubu KMP.

Disadari ataupun tidak kepemimpinan nasional kini terbelah menjadi dua kubu. Kubu pemerintahan yang diwakili oleh KIH dan kubu legislatif yang diwakili oleh KMP. Beberapa kalangan berpendapat bahwa pemerintahan Jokowi tidak akan berjalan efektif karena tidak didukung oleh kekuatan legislatif yang notabene dikuasai oleh koalisi oposisi. Dari sini kita dapat melihat ada semacam bentuk kekhawatiran yang muncul dengan adanya dualisme kekuasaan yang terjadi di negeri ini. Apakah ini menjadi pertanda baik dimana oposisi yang memegang tampuk kekuasaan legislatif berperan dalam check and balance sebagaimana yang dikemukakan oleh kubu KMP ataukah sebaliknya menjadi pertanda buruk ketika program pemerintah tersendat karena kurangnya dukungan dari pihak legislatif.

Kekhawatiran yang muncul akibat adanya dualisme kekuasaan saat ini seharunya tidak perlu terjadi manakala elit pemimpin negeri ini adalah seorang negarawan. Seorang negarawan adalah orang-orang yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negaranya diatas kepentingan pribadi dan golongan. Bagi seorang negarawan, dimanapun dan kapanpun mereka akan mengambil peran demi kebaikan dangsa dan negaranya, apakah di kubu pemerintahan atau oposisi.  

Sebagai sebuah forum yang fokus pada aktifitas kontribusi untuk bangsa, Forum Negarawan Muda bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa dan penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa merespon isu politik kekinian dengan menyelenggarakan “Ngobrol Kebangsaan” bertajuk  ”Kepemimpinan diantara dualisme kekuasaan”. Kegiatan ini menjadi penting agar kita tidak terlarut dalam hiruk pikuk politik dan lupa pada agenda-agenda perbaikan kondisi bangsa.

Kegiatan yang bertujuan memberikan gambaran dan analisa kondisi kepemimpinan Indonesia kini pasca Pilpres dan pelantikan Presiden ini diselenggarakan serempak di 3 (tiga) wilayah : Padang, Makassar, dan Yogyakarta pada tanggal 06 Desember 2014 pukul 08.00-12.00. Beberapa tokoh nasional akan menjadi narasumber pada acara ini diantaranya sebagai pengamat politik ada Hanta Yuda, Burhanuddin Muhtadi, Hamdi Muluk. Tokoh praktisi keemimpinan diantaranya Ganjar Pranowo, Nurdin Abdullah, Irwan Prayitno. Sedangkan untuk pakar pembentukan karakter kepemimpinan diantaranya Zaim Ukhrowi, dan Marwah Daud. Ngobrol Kebangsaan akan di pandu oleh moderator (Jurnalis daerah). Peserta kegiatan Ngobrol Kebangsaan ini adalah 300 orang dari berbagai unsur kepemudaan di Indonesia.

Contact Person :
Purwokerto (Widodo : 085730077339)
Makassar (Ken Paramita : 085694473700)
Padang (Bayu Chandra Winata : 085781038059)

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.