Monev dan Training Guru “Manajemen Kelas Efektif”

Dalam rangka mengoptimalisasi program Sekolah Laboratorium Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, tim Pengembangan Sekolah dan Tenaga Pendidik melakukan Monitoring dan Evaluasi di dua sekolah yakni  MI Al Ijtihad dan MI Al Fatah Cileungsi Bogor.

Monev dilakukan untuk mengetahui sejauh mana komitmen dan kemampuan guru dan siswa dalam menerapkan kurikulum kelas menulis yang diberikan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap 1 dilaksanakan pada 4 November 2014 di MI Al Ijtihad, dan Tahap II dilaksanakan pada 6 November 2014.

Monev kali ini diramu berbeda karena adanya penambahan training guru yang diberikan pada kepala sekolah dan semua staf guru. Training guru lebih menekankan pada Manajemen Kelas Efektif, tujuan dari training ini untuk memahami manajemen kelas, memahami pentingnya manajemen kelas, serta memberikan pemahaman sejauh mana guru mampu menerapkan manajemen kelas yang efektif.

Zayd Syaifullah selaku Supervisor Tim Pengembangan Sekolah dan Tenaga Pendidik didapuk sebagai trainer untuk para guru. Training manajemen kelas  dihadiri oleh kepala sekolah dan semua staf guru MI Al Fatah, dan 3 orang guru delegasi dari MTs Al Fatah dan MA Al Fatah. Para peserta terlihat sangat bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan ini, training ini menekankan pada bagaimana guru mampu mengelola lingkungan belajar dengan baik. Mungkin kita sering melihat kondisi kelas yang tidak tertata dengan baik seperti adanya siswa yang tampaknya sulit menerima pelajaran, lesu/tidak bersemangat.  Saat menghadapi kondisi yang tidak tertata seperti ini biasanya para guru menganggap bahwa titik masalah berada pada siswa dengan tipe slow learner/lamban belajar.

“Pernahkah terpikir bahwa kesalahan justru berada pada diri kita, guru yang memberi dan memfasilitasi pembelajaran? Mari sedikit merendahkan hati dan mencoba berpikir bahwa kita sebagai guru masih harus berbenah diri demi anak didik kita. Sebagai guru, saat kita menganggap bahwa kita baik-baik saja dan tidak perlu berbenah diri dalam menjalankan amanah, maka jangan pernah berharap tinggi kepada anak-anak didik kita”, tutup Zayd.

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.