Militansi dalam Sekolah Inisiasi

Oleh: Hisyam Mansur

Kapuas Hulu – Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa akhirnya memutuskan untuk melakukan pendampingan kembali di salah satu wilayah pedalaman yang ada di Kapuas Hulu tepatnya di Desa Engkrengas. Wilayahnya cukup menantang, dari mulai jarak tempuh yang begitu menguras tenaga (kurang lebih memakan waktu hingga 14 jam untuk sampai ke sana) sampai dengan perjalanan air melewati hutan belantara.

Tantangan menjadi menarik manakala salah satu Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia, Agung Rahkmad Kurniawan, ia harus menjalani kehidupan selama satu tahun bersama masyarakat sekitar yang memiliki kebiasaan unik seperti kebiasaan mandi dan buang hajat di sungai. Tantang lainnya yakni listrik yang hanya menyala dari jam 17.00 s.d. 22.00 serta minimnya sinyal telepon.

Akan tetapi semua tantangan itu seolah terbayar dengan keramahan warga setempat, aparatur desa terutama pak kades yang bersahabat dan sangat bersemangat dalam mngembangkan pendidikan di Engkrengas, serta antusias anak-anak desa dalam melaksanakan pembelajaran sepanjang hari.

Hari ini hari kesekian saya menemani Mas Agung untuk melakukan komunikasi dan kunjungan dengan tokoh setempat dan bermusyawarah dengan dewan guru tentang harapan program untuk tahun ke depannya.

Ada satu pertanyaan yang sulit saya jawab secara lugas yakni mengapa Makmal hanya mengirimkan satu guru konsultan padahal di sini sangat kekurangan guru?
Secara diplomatis saya menjawab bahwa sekolah di wilayah ini dianggap telah mengalami kemajuan sehingga lembaga memberi tantangan yang berbeda.

Demikian kabar dari atas bukit pedalaman Kapuas Hulu.

Komentar

komentar