Merawat Kelas dengan Hati

Sebagai guru kelas 1 sekolah dasar, saya merupakan gerbang pertama memperkenalkan anak-anak tentang dunia pendidikan di tingkat dasar. Kesabaran, senyuman, dan keramahan adalah senjata saya dalam membimbing dan mengajari para siswa setiap hari. Selain itu, saya berusaha untuk selalu menjaga dan merawat kelas dengan sepenuh hati. Karena, kelas yang tidak terawat hanya akan membuat para siswa menjadi tidak nyaman belajar di dalamnya.

Setiap hari, siswa-siswa kelas 1 diwajibkan mengamati kelas dan lingkungan sekitarnya. Mulai dari melihat situasi dalam kelas, teras, dan tanaman yang ditanam bersama-sama di halaman kelas. Jika ada yang kurang sedap dipandang mata, saya mengajak para siswa untuk membereskannya bersama-sama.

Merawat kelas dengan hati itu merupakan pendidikan karakter bagi para siswa. Sebagai seorang guru, saya ingin agar para siswa memiliki karakter kebersamaan dan gotong-royong dalam mewujudkan kelas yang nyaman, rapi, bersih, dan indah. Pendidikan karakter yang diharapkan lainnya adalah tumbuhnya rasa memiliki dan cinta terhadap kelas. Implikasinya, setiap hari para siswa sela-lu menebarkan rasa cinta untuk menjaga lingkungan dan alam sekitarnya dari kerusakan.

Sudah teramat sering kita mendengar dan melihat kerusakan alam yang terjadi di Bumi ini, dan semakin lama semakin mengkhawatirkan. Allah swt. telah menegaskan dalam salah satu firman-Nya:

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.s. ar-Ruum [30]: 41)

Jika bukan kita yang memulai mencintai dan meme-lihara alam ini, lalu siapa lagi? Inilah yang membuat saya terus bersemangat mengajak anak-anak untuk peduli dan mencintai alam sekitarnya dengan mengajari mereka mencintai dan merawat kelas dengan sepenuh hati.

Titi Sutiah

(Guru Sekolah Cerdas Literasi Kelas 1 SDN Kamojang)

Komentar

komentar