Mengubah Wajah Buram Sekolah

Oleh: Yunsandiana
Guru Sekolah Cerdas Literasi SDN 40 Pangkalpinang, Kacang Pedang, Bangka Belitung

 

Tanpa terasa sudah tiga dekade lebih saya mengabdi dalam profesi ini. Mendidik siswa tak terhitung jumlahnya yang saya hafal. Diantara mereka sudah ada yang menjadi insinyur, dokter, polisi, bidan, perawat, pegawai negeri, dan beragam profesi lainnya. Kalau dipikir-pikir, guru tetaplah seorang guru; semakin tua umur, masa pensiun kian mendekat. Tetapi, saya merasa bersyukur, merasakan pahit dan manisnya menjadi seorang guru.

Bicara institusi saya mengajar saat ini, hingga 2010 SDN 40 Pangkalpinang terkenal dengan sebutan-sebutan menyedihkan. “SD yang bangunannya rusak parah, kotor, dan jorok”, atau “Sekolah miskin yang tidak pernah maju-maju.” Kira-kira begitu label yang dilekatkan orang luar sekolah pada SDN 40 Pangkalpinang. Padahal, sekolah saya terkenal dengan prestasi olahraga, seperti sepak bola, sepak takraw, catur, atau silat. Terpampang nyata piala-piala hasil prestasi siswa di tingkat kecamatan, kota, bahkan nasional. Bahkan sempat sampai ke luar negeri melalui olahraga catur.

Perubahan besar pun terjadi pada sekolah saya. Dengan ridha Allah, SDN 40 Pangkalpinang mendapatkan bantuan dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Seperti disulap, jadilah sekolah saya sangat indah. Berbeda jauh setelah di-refurbish oleh tim yang hebat. Jadilah SDN 40 Pangkalpinang sekolah nan cantik, indah, cemerlang, cantik, dan indah. Tidak hanya itu, sekolah juga mendapatkan pendamping yang hebat, berwawasan tinggi, brilian.

Selain hadirnya Pendamping Sekolah, diberikan juga pelatihan-pelatihan bagi guru SDN 40 Pangkalpinang dan guru-guru sekitar Kecamatan Gerunggang. Para trainer pintar, brilian, ramah, dan berwawasan tinggi, dan berpengalaman dalam negeri maupun luar negeri memberikan wawasan dan keterampilannya kepada kami. Cara mendidik yang praktis, bermakna, dan kreatif diajarkan kepada kami. Anak-anak didik disuguhi cara belajar yang melekat di hati mereka. Mereka riang gembira namun terkontrol dalam belajar di kelas. Dua jempol untuk pendamping dan trainer yang mengajarkan ini semua.

Oh…Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa Engkau membuka mata kami
Memberi ilmu yang bermanfaat Memberi ilmu tanpa pandang bulu

Engkau telah membangun sekolah
Dulu buram kini benderang
Cling… wow… keren banget!

Saya berdoa, semoga anak-anak Indonesia mendapat bantuan sebagaimana yang pernah kami terima dan rasakan manfaatnya. Dengan demikian, pendidikan Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya dari negara lain. Akhirnya, hanya ucapan terima kasih yang bisa saya berikan kepada Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Semoga Allah memberkahi orang-orang yang ada di kedua lembaga ini.

 

Komentar

komentar