Menghijaukan Sekolah dan Anak-Anak

Green School yang merupakan program unggulan dari SDN Kamojang telah memberikan nilai yang sangat positif bagi peningkatan kualitas sekolah ini. Sepanjang proses pelaksanaan program, dari mulai diluncurkan hingga akhir tahun pelajaran berjalan dengan baik dan menggembirakan.

Kehidupan sekolah yang selalu diwarnai dengan canda anak-anak dan diskusi serius para guru telah memberikan warna tersendiri bagi sekolah ini. Para siswa tetap bisa bercanda ketika melakukan praktik penanaman tanaman dan pohon di sekolah ini. Dengan arahan dan bimbingan para guru, program ini bisa berjalan dengan baik dan tidak mendapatkan kendala yang berarti.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari bantuan ber-bagai pihak, baik dari dinas pendidikan—dalam hal ini UPTD TK/SD Kecamatan Ibun—yang membantu masalah administrasi maupun dari pihak Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Semuanya memiliki peran yang sangat besar dalam menyukseskan program Green School di SDN Kamojang ini.

Penghijauan yang sekarang sedang gencar dilakukan pemerintah, baik tingkat pusat maupun daerah, merupakan sebuah solusi terbaik dalam rangka mengatasi cuaca dan suhu Bumi yang semakin memanas. Efek gas rumah kaca yang semakin hari semakin parah telah memberikan kontribusi negatif bagi kelangsungan kehidupan umat manusia.

Program penghijauan yang dilakukan di SDN Kamo-jang merupakan sebuah langkah nyata dalam mengatasi perubahan iklim yang kian tidak menentu. Program ini ber-tujuan agar para generasi mendatang memiliki ilmu yang memadai dalam hal pengelolaan Bumi yang ramah ling-kungan.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan sebagai rang-kaian dari program Green School di SDN Kamojang ini:

Pertama, melakukan pelatihan tentang kebijakan se-kolah berbasis lingkungan kepada guru-guru yang berada di gugus enam Kecamatan Ibun. Selain itu, para guru juga dibekali dengan pelatihan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) yang berba-sis lingkungan hidup dan pelatihan kegiatan-kegiatan ber-basis lingkungan hidup seperti pemanfaatan sampah, baik organik maupun anorganik, agar bisa menjadi bahan yang lebih bermanfaat.

Kedua, melakukan studi banding ke sekolah yang su-dah menerapkan program Green School. Dalam acara ini, para guru diajak untuk melihat secara langsung kegiatan belajar mengajar di SDN Pagi Bendungan Hilir 12 Jakarta, yang telah mendapatkan predikat sebagai Sekolah Adiwi-yata oleh Pemerintah Indonesia.

Ketiga, melakukan penanaman pohon dan tanaman— yang merupakan kegiatan pokok dari program Green School—yang dilanjutkan dengan penjagaan tanaman pas-catanam secara berkesinambungan. Kegiatan ini telah menjadi program rutinitas para siswa dan guru setiap hari.

Keempat, untuk menjaga agar tanaman tidak cepat mati, dilakukanlah kegiatan mencari mata air yang bisa mengalirkan air ke sekolah selama 24 jam nonstop. Akhir-nya, mengalirlah air dari mata air pegunungan Kamojang. Setelah itu, dibuatlah kolam konservasi air yang berguna untuk menampung air. Keberadaan kolam konservasi air sangat bermanfaat, terlebih di musim kemarau.

Kelima, melakukan pengadaan bak sampah di setiap ruang kelas serta membuat Kantin Anak Sehat dan Bank Sampah. Sarana-sarana ini merupakan instrumen pokok dalam mewujudkan SDN Kamojang menjadi Green School.

Semua itu tentu tidak akan berarti tanpa adanya prog-ram simultan yang diberikan kepada para siswa agar mampu dengan baik memahami akan pentingnya menjaga lingkungan dengan program penghijauan. Meski tidak mu-dah mengajak setiap siswa untuk berperilaku positif dalam menjaga lingkungan, bukan berarti ini tidak mungkin. Se-lama ada kemauan dan usaha yang gigih, tentu para siswa akan tergerak untuk menjaga alam sekitarnya.

Hal utama yang harus dipahami oleh kita semua, ter-masuk para guru, adalah bahwa mendidik adalah sebuah ibadah yang pahalanya akan terus mengalir hingga sang pendidik terkubur di liang lahad. Para guru adalah pejuang peradaban yang akan mengantarkan anak-anak didiknya menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Para pen-didik adalah pejuang peradaban yang akan mencetak ge-nerasi bangsa menjadi sesosok manusia yang tidak dipan-dang sebelah mata oleh dunia.

Menghijaukan anak-anak agar selalu senang ketika me-nanam, menjaga, dan merawat tanaman beserta lingkung-annya harus terus diupayakan supaya mereka bisa menyandang predikat anak-anak yang mencintai lingkungan dan dicintai lingkungannya.

 

Isak Fauzi

(Kepala Sekolah SDN Kamojang)

Komentar

komentar