Mengenal Perpustakaan di Hari Kunjung Perpustakaan

IMG-20160913-WA0000

 

Bogor – Sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat, pada 14 September 1995 silam Presiden Soeharto mencanangkan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) sebagai bagian dari Bulan Gemar Membaca. Namun kurangnya publikasi membuat HKP tak terdengar gaungnya. 

Indeks minat baca di Indonesia memang masih berada pada angka 0,001, namun banyak pula yang meyakini jika minat baca masyarakat Indonesia sebenarnya tinggi, hanya saja akses baca serta minimnya taman bacaan dan buku yang berkualitas menjadi faktor lain yang berakibat pada rendahnya minat baca pada masyarakat. Indonesia disinyalir tertinggal dari negara-negara lain, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan juga lembaga yang bergerak di bidang pendidikan untuk menyediakan akses baca dan buku berkualitas hingga pelosok negeri.
Menjawab tantangan tersebut Pusat Pengembangan Sumber Belajar dan Komunitas (PSBK) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa gencar menggalakkan program Gemari Baca. Gemari Baca merupakan program sekaligus gerakan yang bertujuan mengajak masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai aktivitas sehari-hari. Salah satu capaian yang dimiliki Gemari Baca yakni kembali digelorakannya semangat Hari Kunjung Perpustakaan (HKP).

Oleh karena itu, pada Rabu (14/09) PSBK menggelar HKP dengan menggandeng Perpustakaan Dinas Kabupaten Bogor untuk bersama-sama merayakan HKP yang dihelat di Lembaga Pengembangan Insani, Parung, Bogor. HKP semakin semarak karena PSBK turut mengundang siswa PAUD Pengembangan Insani, SDN Jampang 3; 4; dan 5, karyawan Dompet Dhuafa Pendidikan, siswa SMART Ekselensia Indonesia, 8 perpustakaan dampingan Room to Read dan perpustakaan dampingan Sekolah Literasi Indonesia (SLI).
HKP sendiri dilangsungkan di PSBK lantai 1 dan 2 dengan ragam aktivitas seperti:
Kampanye HKP dan Literasi
Kampanye mengenalkan HKP merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran literasi pada masyarakat Indonesia. Kegiatan ini akan dilakukan diseluruh jaringan Dompet Dhuafa di Indonesia. Kampanye dilakukan dalam 2 bentuk, yakni kunjungan perpustakaan sekolah secara langsung dan pengenalan kegiatan perpustakaan melalui media sosial dengan menuliskan #GemariBaca #KePerpusYuk.

Jam Kunjung Perpustakaan

Kegiatan mengajak anak-anak berkunjung ke perpustakaan merupakan langkah awal mengenalkan anak supaya mulai menyukai buku. Kegiatan kunjung perpustakaan ini akan dilakukan serentak pada 50 sekolah di seluruh Indonesia.
Bedah buku

Di gelaran HKP ini PSBK juga akan melakukan bedah buku karya Fernando Baez berjudul “Penghancuran Buku”. Para peserta akan dibawa menyelami buku hasil penelitian Baez selama 12 tahun. Di tulisannya ia memaparkan sejarah penghancuran buku berdasarkan kronologi waktu yang dibagi dalam tiga fase, mulai dari zaman dunia kuno, Byzantium hingga abad ke-19, dan dari abad ke-20 hingga sekarang.

Membaca buku bersama

Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan gerakan membaca kepada anak yang dilakukan di perpustakaan. Harapannya untuk mendorong kegiatan membaca menjadi salah satu yang kegiatan menyenangkan bagi anak. Kegiatan membaca bersama ini dilakukan di perpustakaan selama 30 menit – 1 jam.
Menceritakan kembali buku yang dibaca
Kegiatan pasca membaca buku di perpustakaan adalah menceritakan isi buku yang siswa baca. Tujuan menceritakan isi buku ini supaya siswa berlatih memahami isi buku yang mereka baca dan membangun kepercayaan diri siswa,guna mendorong supaya siswa aktif.
Story telling

Sesi ini adalah sesi mendongeng atau membacakan buku cerita oleh guru kepada siswa. Tujuan sesi bercerita ini adalah memberikan motivasi secara langsung kepada siswa.
“HKP dapat dijadikan sebagai stimulus yang baik bagi masyarakat untuk menyadari betapa pentingnya keberadaan perpustakaan di tengah-tengah lingkungan mereka, besar kemungkinan jika diseriusi bukan tidak mungkin angka minat baca di Indonesia akan meningkat,” kata Dini Wikartaadmadja, Pengagas HKP PSBK, ketika ditanya seputar pentingnya HKP disela-sela sesi story telling.
PSBK yakin jika HKP dapat meningkatkan minat baca di masyarakat, karena dari HKP diharapkan akan timbul bibit-bibit kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca.

“Melalui kegiatan ini kami ingin agar masyarakat lebih mengenal dan lebih dekat dengan perpustakaan, kami juga ingin agar minat baca di masyarakat meningkat, dan kami ingin agar perpustakaan di mana pun dapat berkembang dengan program yang inovatif sehingga masyarakat tidak bosan,” jelas Dini. “HKP adalah salah satu cara untuk menyadarkan seluruh elemen masyarakat betapa pentingnya bersinergi sehingga terbentuk masyarakat yang sadar literasi dan tentunya menjadikan membaca sebagai sebuah budaya,” tutupnya. (AR)

Komentar

komentar