Mendidik Anak Shalat

Oleh: Asropiyah.

Guru Sekolah Cerdas Literasi SDN 40 Pangkalpinang (Bangka Belitung)

 

Mengamalkan atau mengerjakan shalat merupakan cara ampuh agar anak didik bisa menghafalkan bacaan-bacaan yang telah dipelajari di kelas.

NAMUN, kadang-kadang ada saja siswa yang sebe-lumnya sudah hafal ketika dites kembali ternyata lupa. Bahkan ada siswa yang sudah duduk di kelas 6 ketika praktik shalat hanya hafal bacaan pendek-pendek.

Awal mereka masuk kelas 6 saya mencoba untuk mengulangi bacaan-bacaan shalat. Ketika shalat berjamaah di mushala, banyak siswa yang sudah hafal. Entah mengapa, ketika praktik shalat untuk pengambilan nilai ujian akhir sekolah, ada siswa yang hanya hafal doa rukuk dan sujud.

Saya kemudian meminta teman-temannya membantu siswa itu dalam menghafal. Caranya, setiap istirahat mereka menyimak hafalannya, apakah sudah benar atau belum. Sampai berminggu-minggu, hanya sedikit bacaan yang mampu dihafalnya kembali. Sehingga, pada saat ujian praktik, hanya siswa tersebut yang belum menuntaskannya karena belum hafal seluruh bacaan shalat.

Saya sendiri tidak hanya berdiam diri. Sudah berbagai cara saya lakukan hingga akhirnya saya bekerja sama dengan wali kelas 6 untuk menahan sementara kelulusannya sampai ia melaksanakan ujian praktik agama, yakni praktik shalat dengan baik dan benar. Yang mengharukan, siswa itu terus berusaha untuk menghafal di rumah. Hingga akhirnya ia diuji di rumah wali kelas 6 (saat itu sekolah sedang libur). Hasinya, walau masih ada kekurangan di sana sini, namun setidaknya sudah ada peningkatan.

Dari kejadian itu saya memetik pelajaran berharga. Pelajaran yang didapat siswa selama di sekolah haruslah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama tentang shalat. Dalam hal ini perlu perhatian dan teladan dari orangtua di rumah karena waktu yang dihabiskan siswa di sekolah sangat terbatas. Bila orangtua abai atau bahkan tidak menjalankan shalat, alamat siswa abai pula dengan pelajaran yang diberikan di sekolah.

Komentar

komentar