Membangun Asa Melalui Kontribusi Nyata

Cover

 

Oleh: Palupi Mutia

“Besama Dompet Dhuafa, Duta Gemari Baca Belajar mengepakkan sayap indahnya ”

Minggu, 18 September 2016 menjadi hari terindah bagiku yang diamanahkan menjadi Duta Gemari Baca Dompet Dhuafa. Kutahu, amanah ini tak mudah tapi bukan berarti menjadi beban yang menggoyahkan. Allah yang Maha Kuasa pasti sudah siapkan pundak, agar aku dan teman-teman Duta mampu melangkah, berkontribusi bersama dalam bingkai keluarga Gemari Baca. Gang Duren dan keceriaan anak-anak menjadi saksi betapa kehadiran Duta Gemari Baca dinantikan oleh masyarakat, karena itulah tujuan atas setiap pencapaian kita yaitu tentang sebuah kebermanfaatan. Kegiatan kala itu adalah kegiatan perdana aku dan teman-teman Duta Gemari Baca. Kegiatan yang dimulai dengan Workshop pembinaan dan pembentukan panitia di minggu sebelumnya menjadikan aku dan teman-teman belajar untuk menikmati proses perjuangan. Ada berbagai acara yang kami buat bersama untuk menghibur adik-adik di sana. Ada dongeng, games, pendirian Pojok Baca Inspirasi dan sosialisasi minat baca kepada remaja masjid dengan harapan kegiatan ini akan berkelanjutan

Dari semua kegiatan yang ada, bagiku kegiatan mendirikan Pojok Baca Inspirasi merupakan kegiatan yang paling mengesankan. Tahap demi tahap pembuatan pojok baca menjadi cerita bahagia yang akan selalu melekat dalam benak dan logika. Kegiatan pendirian pojok baca ini diawali dengan diskusi bersama Remaja Masjid Gang Duren dan kak Dian selaku fasilitator Pojok Baca Inspirasi. Setelahnya barulah kami menyortir buku-buku yang ada di lemari, selanjutnya adalah pemindahan lemari yang dieksekusi oleh mentor-mentor ksatria Pusat Sumber Belajar Komunitas (PSBK) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yaitu pak Lutfi, kak Dian, mas Eko dan kak Akhie. Gelak tawa tak terbendung ketika mentor-mentor ksatria menggotong lemari ke area pojok baca. Kolaborasi pak Lutfi yang harus menahan sakit ketika menggotong lemari, kak Akhie harus mengerahkan segenap tenaga bersama kak Eko untuk menopang beban ketika pak Lutfi menyerah, memeriahkan pendirian pojok baca.

Lebih dari itu, kelompok remaja masjid yang bekerja keras menata pojok baca dan kak Dian yang merelakan jarinya berdarah karena memalu tembok yang keras juga menjadi kenangan yang membuat diri ini termotivasi untuk terus belajar di jalan kebaikan. Ada haru yang melekat di hati ketika antusiasme anak-anak pecah di pojok baca. Ada rasa gembira yang hadir di sela-sela pembuatan pojok baca yang belum selesai namun bocah-bocah itu ingin segera mengambil buku-buku yang kami pajang. Tingkah lucu dan menggemaskan dari mereka yang tak ingin pulang dan betah berada di pojok baca menjadi dorongan semangat dan penawar lelah bagi kami. Ada rasa bangga ketika mereka membaca buku tanpa paksaan, Ada syukur yang menjalar setiap kali kakak-kakak mentor menyatukan kami dalam semangat kebaikan. Terima kasih kakak mentor hebat Duta Gemari Baca semoga lingkaran energi positif diantara kita semua tetap terjaga.

 

IMG_3659 IMG_3712 IMG_3687 IMG_3667

 

 

Komentar

komentar