Membaca Adalah Gerbang Pintu Membuka Dunia, dari Dusun Terpencil Menuju Penjuru Dunia

Nunusan, pagi itu siswa dan siswi sekolah jauh dusun nunusan dikumpulkan oleh Dede salah satu Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) yang di tempatkan di daerah dusun nunusan yang menjadi kawasan Taman Nasional Bukit Tiga PuluhTiga Puluh yang terletak di kabupaten Indragiri Hulu, tepatnya di kecamatan Rantau langsat batang Gansal.  Penduduk yang berjumlah 47 Kepala Keluarga dengan jumlah lebih kurang 110 jiwa, namun masyarakat dusun nunusan tinggal berjauhan terdapat 4 daerah kelompok masyarakat di dusun nunusan yaitu nunusan, Mokotung, Samperam, dan Tanjung Lintang. Dan 4 daerah ini jaraknya berjauhan. Untuk menempuh ke dusun nunusan akses kedaraan bermotor belum bisa untuk menjangkau ke daerah ini. Dan hanya bisa melalui jalur sungai. Daerah ini sulit untuk berkomunikasi via telpon karna tidak terdapat jaringan sinyal. Perlu diketahui di daerah ini tepatnya di Nunusan ini terdapat satu sekolah filial (sekolah kelas jauh) yang berindukkan di SDN 4 Lemang. Terdapat 25 siswa yang memiliki semangat juang bersekolah disini.

 

Disini program sekolah literasi Indonesia ini akan dilaksanakan. Adapun sekolah literasi adalah salah satu program dari Dompet Dhuafa Pendidikan yang dilaksanakan di 14 wilayah se Indonesia di tahun 2017 ini, dan untuk wilayah riau itu sendiri ada dua daerah yakni di kabupaten meranti dan kabupaten Indragiri hulu, adapun untuk wilayah Indragiri hulu di dusun nunusan ini menempatkan 1 orang konsultan Relawan sekolah literasi Indonesia (KAWAN SLI) yang bernama Dede Agus Salim Rahman yang berasal dari daerah Siak-Riau, yang mana untuk ditempatkan di dusun nunusan ini. Suatu Hal yang menarik siswa dan siswi terjadi pagi itu tanpak begitu semangat untuk segera berkumpul dengan KAWAN SLI dan mereka penasaran dengan apa yang dibawa KAWAN SLI

Hari itu KAWAN SLI memberikan buku bacaan dongeng untuk anak anak dan langsung membacakan dongeng 1 buah buku, adapun buku dongeng yang dibawa oleh KAWAN SLI merupakan oleh oleh dari dompet dhuafa Makmal pendidikan. Adapun buku dongeng tersebut adalah buku baca untuk anak anak yang didalamnya terdapat nilai budi pekerti , ataupun nilai karakter positif yang bisa memberikan nilai nilai karakter kepada para siswa yang membacanya.

Sebelum-sebelumnya para siswa juga pernah mendapatkan buku-buku bacaan namun buku yang diperoleh adalah buku bacaan untuk umum seperti buku keagamaan, buku LKS, dan hanya sedikit buku bacaan untuk anak anak yang mereka peroleh.

Dari sini proses pemberian buku ini menjadi langkah awal program sekolah literasi ini, karna nantinya setiap pagi 20 menit siswa akan membaca buku yang telah diberikan yang kemudian meminta 2 orang siswa untuk membacakan di depan temanyang lainnya ataupun menceritakan kembali, dan utnuk di kelas rendah maka guru kelas ataupun KAWAN SLI akan membacakan buku dongeng tersebut.

Membaca bisa menjadi salah satu hiburan bagi anak anak di dusun nunusan ini, karena berbeda dengan halnya anak anak yang sudah tersentuh dengan HP, laptop, internet maupun game online yang itu sudah menjadi hiburan bagi mereka. Untuk itu menjadi suatu hikmah yang positif bagi mereka dengan hal hal yang serba terbatas maka buku bisa menjadi salah satu objek yang dapat menjadi pengisi hair hari mereka.

Dengan harapan kedepan dengan membudidayakan membaca maka anak anak akan menajdikan membaca sebagai hobinya. Dan tentunya untuk mengelilingi dunia tidak perlu untuk berjalan keliling dunia namun untuk keliling dunia kita bisa juga dengan membaca.

 

Komentar

komentar