Mau Nulis?! Baca Dulu…

Tagline di atas adalah tema yang diusung oleh Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan saat menggelar acara Temu Penulis Cilik pada Rabu (30/04) pekan lalu. Tema tersebut sengaja dipilih untuk memberikan motivasi kepada peserta bahwa tahap awal untuk menjadi penulis sukses adalah banyak membaca.

PSB menggelar Temu Penulis Cilik untuk berbagi kebahagiaan pada para peserta dengan berjumpa penulis idolanya. Selain itu, agar para peserta yang mayoritas adalah anak-anak marginal ini berani bermimpi dan berjuang meraih mimpinya sebagai penulis. Luar biasa antusiasme peserta mengikuti acara ini.

Temu Penulis Cilik sendiri merupakan satu dari rangkaian kegiatan pada Gemari Baca (Gerakan Masyarakat Cinta Literasi Dengan Membaca). Gemari Baca sendiri merupakan salah satu upaya untuk mendongkrak minat baca masyarakat. Targetnya, di akhir tahun terkumpul laporan minimal seratus anak telah membaca enam buku selama satu tahun.

Seratus anak dari sepuluh sekolah dasar di Kecamatan Parung dan Kecamatan Kemang, Bogor, menjadi peserta acara tersebut. Meski acara berlangsung seharian, para siswa tetap bersemangat dan sangat kooperatif mengikuti sesi demi sesi.

Acara Temu Penulis Cilik ini dirangkaikan dengan Pre Test Wartawan Cilik, yang kesemuanya dihelat oleh tim PSB Makmal. Pagi hari, para peserta mendapatkan pembekalan tentang bagaimana menulis berita sederhana oleh Kak Yogi Achmad Fajar, jurnalis. Temu Penulis Cilik merupakan sesi puncak. Kali ini, PSB menghadirkan Muthia Fadila Khairunisa, Penulis Paling Produktif Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) Mizan 2012.

Temu Penulis Cilik berlangsung interaktif. Muthia tidak segan berbagi buku, foto, dan tandatangan pada para penggemarnya. Sebaliknya, para peserta pun sangat aktif bertanya juga menjawab pertanyaan yang diajukan Muthia.

Di akhir sesi, para peserta diminta untuk menuliskan judul buku yang ingin ditulisnya pada kertas karton warna-warni. Selanjutnya, mereka maju satu demi satu untuk menempelkan kertasnya pada papan display berjudul “Buku Impianku”.

Sesi terakhir, para peserta menuliskan apa yang dialami dan diamatinya saat Temu Penulis Cilik tadi. Tulisan mereka harus bernuansa berita seperti yang sudah dijelaskan Kak Yogi pada sesi pertama. Hasil tulisan tersebut akan diseleksi oleh Tim PSB Makmal, untuk selanjutnya 30 anak terbaik akan mengikuti pembinaan intensif dalam program Wartawan Cilik. [des]

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.