MANTUL! Solusi KAWAN SLI Halsel Terapkan Belajar di Rumah

MANTUL! Solusi KAWAN SLI Halsel Terapkan Belajar di Rumah

 

Oleh: Pelangi A. Salsabila, KAWAN SLI Angkatan 3 Penempatan Halmahera Selatan

——————————————————————–

Cerita hari ke-28, Maret 2020.

———————————————————————-

Covid-19. Mungkin awalnya terasa seperti momok menakutkan dan mengancam kehidupan kita. Semua kegiatan menjadi berjalan tidak seperti biasanya. Semua kegiatan mengumpulkan massa tidak diperkenankan, melihat konsep penyebaran virus yang sangat rawan di keramaian. Mari kita berdoa, semoga segera berakhir wabah ini dan dunia kembali aman, aamiin.

 

 

Di rumah aja. Sebagian besar aktivitas dialihkan ke rumah. Begitu pula dengan semua kegiatan Sekolah Literasi Indonesia (SLI). Koordinasi dengan kepala sekolah harus dilakukan para Konsultan Relawan (KAWAN) via telepon, sebagai pengganti kunjungan sekolah secara langsung. Pelatihan guru dan kepala sekolah pun harus dialihkan, dari pelatihan secara langsung menjadi pelatihan online melalui grup Whatsapp.

 

 

Apakah ada tantangan? Ada, pastinya.

 

 

Proses pelatihan dengan beberapa tahapan untuk mencapai tujuan dan target tertentu. Kini, harus bisa dikemas seefektif mungkin. Supaya target pemahaman tercapai, minimal mendekati target tujuan saat pelatihan secara langsung dengan tatap muka. Dengan pertimbangan tersebut, KAWAN SLI Halsel menggunakan video pembelajaran sebagai salah satu metode kelas daring (online). Video ini dapat ditonton peserta sebelum kelas daring berlangsung. Kemudian dilanjut dengan pemaparan dari pelatih dan sesi tanya jawab.

 

 

Sampai saat ini, para KAWAN masih melakukan proses syuting di rumah. Mencoba merampungkan video pembelajaran, dengan segala keterbatasan yang ada. Proses syuting yang memerlukan keheningan membuat KAWAN harus memilih waktu dan kondisi teramat tepat. Menyesuaikan dengan keadaan sekitar rumah yang memang lumayan ramai dengan tetangga dan anak-anak. KAWAN berharap dengan adanya video pembelajaran ini, memudahkan peserta kelas online memahami materi. Dimana, hasil dari pemahaman tersebut akan ditindaklanjuti dengan implementasi di sekolah masing-masing.

 

 

“Semoga video pembelajaran ini semakin memudahkan kepala sekolah dan guru memahami materi pelatihan, meski tidak bisa praktek langsung seperti saat pelatihan tatap muka”, ujar KAWAN Edo, Icut dan Pelangi.

Komentar

komentar