Makmalian Saatnya Lakukan 10 Persiapan Jelang Ramadan

 

Bulan Ramadan sudah di depan mata, kalau kemarin kita telah membahas keistimewaan Ramadan, maka sekarang kami ingin mengajak Kawan YOULEAD untuk menilik lagi apa saja yang telah kita persiapkan untuk menyambut bulan penuh rahmat ini. Di bawah ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebelum Ramadan datang, yuk simak:

  1. Berdoa kepada Allah

Berdoalah agar Allah Swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan lebih baik dari Ramadan tahun lalu sesuai hadis: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadan (HR. Ahmad).

 

  1. Bersyukur Atas Nikmat yang Allah Beri

Diantara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah serta ketaatan. Dan atas semua nikmat tersebut, kita wajib mensyukurinya seperti yang dijelaskan dalam surat Ibrahim ayat 7 berikut:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)

 

  1. Bergembiralah Menyambut Kedatangan Bulan Ramadan

Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para Sahabat setiap kali datang bulan Ramadan;

Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Karena sesungguhnya, kegembiraan hati itu adalah sebagai perwujudan rasa suka-cita dan penuh pengharapan atas kedatangannya.

 

  1. Persiapkan Keimanan

Mempersiapkan ruhiyah dapat kita lakukan dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas, serta mempertebal keimanan dengan banyak membaca buku-buku yang mengupas tentang “Keutamaan Ibadah di Bulan Ramadan”.

Allah Swt. menegaskan pentingnya membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dalam firman-Nya:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya (QS. Asy-Syams : 9)

Di samping itu, untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tentang “Ramadan”, baiknya lebih sering menghadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Dengan demikian, secara mental kita akan siap untuk melaksanakan segala ibadah dan ketaatan pada bulan Ramadan.

 

  1. Persiapkan Pengetahuan

Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu, termasuk ilmu tentang ibadah puasa Ramadan agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. Pelajarilah hukum-hukum dan ketentuan syar’i tentang amalan ibadah di bulan Ramadan.

Untuk itu kita bisa mengkaji Fiqih Sunnah-nya Sayyid Sabiq, Fiqih Puasa-nya Dr. Yusuf Qardahawi, dan lain-lain. Pemahaman ilmu syar’i ini juga merupakan tanda kebaikan yang dikehendaki Allah terhadap seseorang. Karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama(Muttafaq ‘Alaih)

Sehingga, jangan pernah terpikirkan oleh kita untuk menyia-siakan waktu yang Allah berikan kepada kita. Karena “Waktu itu ibarat pedang, bila ia tidak kau pergunakan dengan baik maka ia akan membunuhmu“.

 

  1. Persiapkan Fisik

Ramadan membutuhkan persiapan jasadiyah yang baik. Hal ini perlu diperhatikan karena Ramadan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Di bulan Ramadan, diharapkan kita tetap produktif dengan pekerjaan kita masing-masing meskipun dalam kondisi berpuasa. Karenanya kita perlu mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga kesehatan badan serta senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)

Karena, “Tubuh yang kuat itu dilahirkan dari jiwa-jiwa yang sehat“.

 

  1. Persiapkan Keuangan

Persiapan keuangan yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramdhan bukanlah untuk membeli baju baru, kue-kue lezat untuk Idul Fitri dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan.

Tentu saja bagi yang memiliki harta yang mencapai nishab dan haul wajib mempersiapkan zakatnya. Bahkan, jika kita mampu ber-Umrah di bulan Ramadan merupakan ibadah yang bernilai luar biasa; seperti nilai haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

 

  1. Mengisi Ramadan dengan Ketaatan

Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadan sangat singkat, karena itu hiasi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Ber’amal di bulan puasa akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. berkali-kali lipat, bahkan hingga 700 kali lipatnya.

 

  1. Sambut Ramadan Penuh Tekad

Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan Taubat dan bulan Maghfirah. Dengan keluasan rahmat Allah, kita jadikan bulan Ramadan untuk memohon maaf serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadan karena Iman dan ketaqwaan, maka Allah akan hapuskan dosa-dosanya di masa lalu” (HR. Bukhori-Muslim)

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31].

 

  1. Membuka Lembaran Baru Lebih Baik

Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru, lembaran kehidupan yang lebih baik, yang lebih bersih dan lebih bermakna tentunya. Karena orang yang beruntung adalah “Seorang yang mendapati keimanannya hari ini lebih baik dari kemarin”.

Semoga Allah Swt. menyambut langkah kita dengan berlari, dengan segenap curahan rahmat-Nya dan menjadikan kita sebagai hamba yang lebih baik, aamiin.

 

 

 

Komentar

komentar