Makmal Pendidikan Optimasi Peran Kepala Sekolah

Makmal Pendidikan sebagai jejaring Dompet Dhuafa yang fokus pada pengembangan pendidikan Indonesia dengan melakukan pendampingan sekolah-sekolah di Indonesia tidak hanya berkutat pada perbaikan proses pembelajaran di kelas, namun juga pada aspek manajemen sekolah yang menjadi salah satu hal penting menuju perbaikan kualitas sekolah. Dan elemen terpenting dari manajemen sekolah adalah kepala sekolah.

Kepala sekolah menjadi elemen yang kadang luput dari perhatian pemerintah dalam hal perbaikan kualitas pendidikan. Padahal aspek kepemimpinan dan manajerial kepala sekolah menjadi bagian yang sangat penting untuk meningkatkan mutu sekolah baik dari segi manajemen sekolah maupun aspek pembelajaran.

Kepala sekolah adalah pemegang kebijakan tertinggi dalam suatu organisasi bernama sekolah. Maju mundurnya sekolah bergantung pada kualitas kepemimpinan dana manajerial kepala sekolah. Berangkat dari hal tersebut, maka perlu untuk memberikan pelatihan dan coaching kepada kepala sekolah mengenai manajemen sekolah.

Setelah sebelumnya para guru diberikan pelatihan berkaitan dengan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, kini giliran kepala sekolah mendapatkan pelatihan “Optimalisasi Manajamen Sekolah”. Bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Al-Fatah Cileungsi Bogor, sebanyak 18 peserta yang berasal dari Bogor, Sukabumi dan Lampung mengikuti pelatihan yang merupakan rangkaian program peningkatan kualitas sekolah dalam program pendampingan sekolah yang diadakan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa dan CIMB Niaga Syariah. Para peserta adalah kepala sekolah yang berasal dari sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan Al-Fatah, dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) sampai dengan Madrasah Aliyah (MA).

Pelatihan yang berlangsung dari puku l9.00 pagi sampai dengan15.30 sore ini diikuti oleh para peserta dengan penuh antusias. Pelatihan diisi oleh Zayd Sayfullah, trainer pengembangan sekolah dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Zayd menyampaikan tentang fungsi dan peran kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah. Dalam penyampaiannya, ia menyampaikan seorang kepala sekolah seharusnya menjadi SMILEMAN yaitu Supervisor, Manager, Innovator, Leader, Educator, Motivator, Administrator, Entrepreneur.

Lebih lanjut disampaikan, pengabaian terhadap salah satu peran tersebut akan berdampak bagi sekolah. Peran sebagai supervisor misalnya, seringkali diabaikan oleh kepala sekolah dan berefek pada tidak terukurnya kualitas sekolah apakah menuju perbaikan, stagnan atau justru menunjukkan penurunan yang pada akhirnya mengancam keberlangsungan sekolah secara lembaga atau output peserta didik yang tidak sesuai harapan.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan konsultasi terkait manajemen sekolah yang dalam beberapa aspek masih menjadi kebingungan tersendiri bagi kepala sekolah. Peserta juga komitmen mengikuti pelatihan lanjutan yang akan dilaksanakan pada Februari sebagai lanjutan dari pelatihan manajamen ini.

Dari pelatihan manajemen sekolah ini diharapkan peserta, mampu memaksimalkan perannya sebagai kepala sekolah di lembaga masing-masing sesuai dengan teknik-teknik jitu yang diberikan oleh trainer.

Di sekolah dampingan MI Al-Fatah Cileungsi, hasil pelatihan manajemen sekolah ini akan di follow-up lewat bimbingan secara langsung terkait dengan impelementasinya. Ini tentunya untuk memastikan implementasi tersebut diterapkan dengan baik sehingga menghasilkan dampak yang diharapkan. [Arie]

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.